Kamis 28 Mei 2020, 06:50 WIB

Mengunjungi Rumah-Rumah demi Minat Baca Anak

Ferdinandus Rabu/X-7 | Humaniora
Mengunjungi Rumah-Rumah demi Minat Baca Anak

MI/FERDINANDUS RABU
BACA: Relawan Simpasio Institute membawa berbagai jenis buku bacaan untuk anak-anak di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kemarin

 

SETIAP tiga hari sekali, sejumlah relawan Simpasio Institute berkeliling mengunjungi rumah-rumah di Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), sambil membawa buku-buku bacaan menarik. Anak-anak pun memilih buku-buku tersebut.

Para relawan memberi waktu tiga hari kepada mereka untuk meminjam dan membacanya karena tiga hari kemudian sang relawan akan datang lagi untuk mengambil buku, selanjutnya mengedarkan ke rumah lainnya.

Begitulah cara yang dilakukan relawan pegiat literasi Simpasio Institute selama pandemi virus korona (covid-19) demi mempertahankan semangat baca anak-anak agar tetap mencintai buku.

“Sedih ketika melihat antusiasme anak sangat tinggi untuk membaca, tetapi harus terhenti karena korona sehingga kamipun mengubah pola kegiatan dengan mengunjungi rumah-rumah sambil membawa buku-buku bacaan menarik. Hal itu kami lakukan untuk menjaga minat baca anak agar tidak hilang,” ujar Ketua Simpasio Institute, Magdalena Oa Eda Tukan, kemarin.

Menurutnya, sejak wabah korona merebak yang mengharuskan setiap orang saling menjaga jarak, aktivitas anak-anak datang dan membaca di perpustakaan yang sudah 30 tahun berdiri itu terhenti.

“Keinginan anak sangat tinggi untuk datang membaca di sini, tapi sebagian dari mereka terpaksa harus pulang kembali karena kami memang membatasi sementara aktivitas berkumpul di sini tidak boleh lebih dari lima orang. Anak-anak yang datang harus mencuci tangan, mengenakan masker, dan harus menjaga jarak,” tambah Oa Eda.

Lebih lanjut, ia mengisahkan, Simpasio Insitute yang didirikan oleh ayahnya, Bernard Tukan, memang telah menyiapkan ribuan buku. Setiap harinya hampir 70 anak datang membaca. Namun, sejak pandemi praktis sepi karena kegiatan mulai dibatasi.

“Mudah-mudahan wabah covid-19 segera berakhir. Ada kerinduan untuk bisa berkumpul lagi dengan anak-anak. Apalagi, Juli nanti saat peringatan Hari Anak Nasional, secara rutin kami menggelar Festival Serewisu Berbuda, yaitu festival anak-anak dengan aneka kegiatan. Mudah-mudahan wabah korona sudah hilang agar kegiatan bisa kembali digelar,” harap Oa Eda. (Ferdinandus Rabu/X-7)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Pengamat: Pemerintah Perlu Buat UU Khusus New Normal

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 16:15 WIB
Harus ada aturan khusus yang menjadi pegagangan seluruh daerah. Sehingga, tidak memicu kebingungan di tengah masyarakat pascapandemi...
Dok.MI

Mentan: Kalung Antivirus Akan Diproduksi Massal Bulan Depan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 15:40 WIB
Bila kalung antivirus itu dipakai selama 15 menit maka dapat mematikan virus korona hingga 42%. Dan bila pemakaiannya hingga 30 menit, maka...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Pemerintah Didesak Gratiskan Internet Bagi Mahasiswa dan Dosen

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 15:08 WIB
Yos meminta agar pemerintah juga dapat membantu mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yaitu dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya