Selasa 01 Maret 2016, 21:12 WIB

Ahok Ingin Parpol Lain Tiru NasDem

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ahok Ingin Parpol Lain Tiru NasDem

MI/Arya Manggala

 

GUBERNUR DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut ingin agar partai politik yang mendukungnya bisa meniru Partai NasDem yang telah menyatakan dukungan tanpa syarat dalam pemilihan gubernur DKI 2017 mendatang. Hal tersebut menurut Ahok menunjukkan semangat parpol yang ingin memajukan tokoh tanpa kepentingan.

"Coba parpol itu bisa seperti Partai NasDem ketika mendukung satu orang. Tidak ada syarat sehingga saya bisa jalan tanpa beban," kata Ahok, Selasa (1/3).

Hal itu diutarakannya berkaitan dengan belum pastinya keputusan PDIP untuk merelakan salah satu kadernya yang kini menjadi wakil gubernur DKI mendampingi Ahok yakni, Djarot Syaiful Hidayat. Ahok pun maklum jika keputusan tersebut tidak bisa diputuskan dengan mudah oleh PDIP.

Sebab, jika mengizinkan Djarot maju bersama Ahok melalui jalur independen, maka PDIP tidak boleh mengusung calon kepala daerah sendiri pada Pilkada 2017 nanti. PDIP mampu mengusung sepasang calon kepala daerah di DKI karena memiliki kursi DPRD sebanyak 28% atau sudah melebihi jumlah minimal yang disyaratkan undang-undang agar bisa mengusung tanpa berkoalisi dengan partai lain.

"Itu masalahnya. PDIP rela tidak Djarot maju sama saya lewat independen. Karena kalau Pak Djarot maju sama saya, ya mereka otomatis tidak bisa mengusung. Sementara saya tetap yakin ingin lewat independen. Ini yang belum ketemu," terangnya.

Ahok sendiri ingin tetap bersama Djarot pada periode selanjutnya karena menilai mantan wali kota Blitar tersebut sangat baik dalam bekerja. Tak hanya jujur, Djarot juga dinilai sederhana dan juga bisa mengimbangi.

"Pak Djarot itu baik. Dia politisi yang baik dan jujur. Saya sudah kenal dari 2005 saat saya masih bupati dan dia wali kota. Saya seperti sudah ketemu istri yang cocok. Jadi kalau tidak ada sebab yang bikin harus bercerai, kenapa harus bercerai gitu lho," tandasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More