Rabu 27 Mei 2020, 16:36 WIB

Terungkap, Misteri Batu Kuno Berseni Tinggi Milik Suku Aborigin

Abdillah Marzuqi | Weekend
Terungkap, Misteri Batu Kuno Berseni Tinggi Milik Suku Aborigin

sciencemag
lukisan suku aborigin

SEJUMLAH orang tampak memegang bumerang. Ia juga dikelilingi banyak senjata tradisional Australia tersebut. Gambar itu ditorehkan di atas bebatuan di situs Yilbilinji yang terletak di dekat Teluk Carpentaria di Australia utara. Batuan itu menarik perhatian sebab usianya mencapai 500 tahun dan termasuk yang paling langka di dunia.

Masih menjadi misteri cara pembuatan gambar di permukaan batu pada masa itu. Bagaimana manusia purba membuat gambar tersebut? Apalagi gamabr itu berjenis stensil miniatur manusia, peralatan, dan bentuk lainnya. Mirip dengan ministensil lebih tua yang ditemukan di tempat lain di Australia dan di seluruh dunia.

Sebagaimana diketahui, Suku Aborigin di Australia mampu membuat karya seni di atas batu sejak 44 ribu tahun lalu. Mereka membuat gambar stensilan dengan menempelkan tangan atau benda lain ke batu, lalu menyemprotkan cairan berpigmen ke atasnya. Ketika tangan atau benda itu diangkat, akan ada bagian yang tak tersemprot pigmen. Tentu, dengan ukuran yang sama dengan aslinya.

Berbeda dengan batu merah menjorok di Yilbilinji. Batu itu menampilkan figur mini berupa 17 manusia, boomerang, disertai pola geometris. Semua itu terlalu kecil untuk dimodelkan dengan objek nyata.

Dilansir dari sciencemag.org, salah satu peneliti tetiba ingat bahwa ia pernah melihat orang Aborigin menggunakan lilin lebah untuk membuat mainan anak-anak yang menyerupai sapi dan kuda. Ia lalu menduga gambar di batuan Yilbilinji menggunakan lilin lebah untuk membentuk stensil.

Para ilmuwan lalu menjalin kerja sama dengan masyarakat adat Marra. Mereka berusaha untuk meniru seni kuno itu dengan menggunakan bahan-bahan asli yang didapat di daerah tersebut.

Mereka memanaskan dan membentuk lilin lebah lalu menempelkannya pada batu, kemudian menyemprotnya dengan cat pigmen putih. Hasilnya sangat mirip dengan seni cadas yang ditemukan di Yilbilinji. Para peneliti lalu melaporkannya Jurnal Antiquity pekan ini.

Para peneliti mencatat adanya kemungkinan seni cadas mini itu digunakan untuk tujuan spiritual ataupun ritual. Namun mereka juga menduga gambar itu hanya permainan bocah, karena gambar stensil itu digambar pada batu menggantung yang posisinya relatif lebih rendah dibanding yang lain. Layaknya anak-anak yang menggambar di dinding. (M-4)

Baca Juga

Unsplash/Leo Rivas

Pelihara Anjing Ternyata Banyak Manfaatnya untuk si Kecil

👤Irana Shalindra 🕔Senin 06 Juli 2020, 21:05 WIB
Bahkan, mereka yang suka ikut berjalan-jalan bersama anjing peliharaan keluarga dapat memperoleh manfaat lebih...
Dok. Film Empu

Film Empu Menang di Festival Film di Houston

👤Bintang Krisanti 🕔Senin 06 Juli 2020, 17:35 WIB
Film yang menceritakan perjuangan tiga sosok perempuan desa ini menang di kategori Narrative Features di Houston Asian American Pacific...
dok. DigiCon 6 Asia

Submisi Film Pendek DigiCon6 Asia Sudah Dibuka

👤Fathurrozak 🕔Senin 06 Juli 2020, 16:35 WIB
Pengiriman karya ke gelaran tahun ke-22 ini dibuka hingga 5 Agustus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya