Rabu 27 Mei 2020, 07:10 WIB

Acara Halalbihalal IPDN Abaikan PSBB

Che/X-10 | Humaniora
Acara Halalbihalal IPDN Abaikan PSBB

Istimewa/Medcom.id
Suasana halalbihalal IPDN.

 

ACARA halalbihalal yang digelar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Minggu (24/5) siang, amat disayangkan. Seharusnya sebagai kampus pencetak pelayan publik, IPDN juga ikut mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Siapa pun yang tinggal di wilayah itu harus mematuhi. Apalagi, sampai berkerumun dalam jumlah besar dan tampak ada yang tidak memakai masker,’’ ujar pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan ketika dihubungi kemarin.

Acara halalbihalal IPDN di tengah suasana pandemi covid-19 itu berlangsung di Balairung Rudini, yang dihadiri seluruh mahasiswa (praja)
serta pejabat sekolah tersebut. Saat ini jumlah praja atau mahasiswa di Jatinangor lebih dari 3.700 orang.

Acara ini dinilai sama sekali tidak memiliki urgensi tinggi karena selain hanya bersifat hiburan, halabihalal tersebut dilakukan pada saat masyarakat dilarang melakukan kegiatan keramaian.

Djohermansyah menambahkan, sebagai sekolah pamong, seharusnya IPDN memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

“Kan, harusnya IPDN menjadi contoh bagi masyarakat sekitar yang diminta tidak keluar rumah. Ini memperlihatkan kampus tidak peka terhadap lingkungan sekitar,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia mengatakan kejadian ini harusnya menjadi perhatian pimpinan Kementerian Dalam Negeri. “Mendagri seharusnya memberi peringatan kepada pimpinan kampus agar kejadian ini tidak terulang,” ujarnya.

Kepala Biro Kerja Sama, Humas, dan Hukum IPDN, Baharuddin Pabba, mengakui acara itu sebagai kegiatan internal kampus. Acara
itu, ungkap Baharuddin, sudah memenuhi protokol kesehatan, seperti pengaturan jarak kursi, penggunaan masker, dan cuci tangan.

“Seluruh sivitas akademik sudah rapid test dan hasilnya negatif covid-19 semua,” ujarnya.

Menurutnya, acara itu bertujuan memberikan motivasi dan hiburan kepada mahasiswa yang sudah hampir tiga bulan dikarantina di barak di dalam kampus.

“Hal itu membuat kejenuhan dan kebosanan. Apalagi, mereka tak boleh mudik sehingga di momen Lebaran kemarin kami hadir di saat makan siang yang sudah rutin itu untuk memberi hiburan dan motivasi,” jelasnya.

Baharuddin menjelaskan, selama acara itu pun tidak ada salam-salaman seperti halnya acara halalbihalal. “Kami pun tidak bersinggungan dan makan dengan menggunakan nasi kotak,” ungkapnya. (Che/X-10)

Baca Juga

Medcom

Gula Darah Tinggi Tingkatkan Risiko Kematian Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 09:59 WIB
Karenanya, peneliti asal Tiongkok mendesak semua rumah sakit untuk memeriksa gula darah pasien...
Dok MI

Penanganan Korban Kekerasan Selama Pandemi Harus Lebih Cermat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 09:42 WIB
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A dan Komnas Perempuan mencatat peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan...
Antara

Kemenag: Mulai 13 Juli, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 08:05 WIB
Perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya