Selasa 26 Mei 2020, 19:35 WIB

Warga Merapi Timur Keluhkan Limbah Cair Cemari Lingkungan

Dwi Apriani | Nusantara
Warga Merapi Timur Keluhkan Limbah Cair Cemari Lingkungan

MI/Andry Widyanto
Warga melintas di depan mural yang berisi pesan ajakan untuk menjaga lingkungan di kawasan Jl. Tambak, Manggarai, Jakarta.

 

WARGA Desa Gedung Agung, Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan mengeluhkan limbah cair milik PT Servo Buana Resource (SBR) yang keluar dari stokpile batubara mereka mencemari lingkungan dan kebun karet warga sekitar.

Salah satu warga bermana Walius Putrawan mengatakan, pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah cair batubara itu telah berlangsung lama.

Bahkan, kata Walius, dirinya bersama masyarakat telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat. DLH lahat, jelasnya, telah melakukan verifikasi pencemaran dengan mengecek langsung tapi tidak ada tindak lanjut dari pihak PT Servo.

"Saya kemudian mendatangi DLH Lahat, untuk meminta klarifikasi mengenai hasil verifikasi dari DLH,  yang belum ada satupun perintah tersebut dilaksanakan oleh PT. Servo," kata Walius dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/5).

Walius mengeluhkan, kinerja dari dinas terkait belum begitu memihak keadilan untuk masyarakat. Karena sudah setahun ini sejak hasil verifikasi tersebut di tanda tangani pihak perusahaan dan DLH, belum ada ketegasan dari dinas terkait dalam penyelesaian sengketa lingkungan.

“Kami berharapkan agar Pemkab Lahat dan instansi terkait serius dalam melakukan penegakan lingkungan, karena sudah banyak masyarakat mengeluh dengan pencemaran lingkungan oleh perusahaan yang tidak bertanggungjawab,” keluh dia.

Untuk itu, Walius meminta agar PT. SBR membuat outlet kolam pengendap lumpur secara permanen dan memenuhi standar teknis. Disamping itu juga agar limbah tak mencemari lingkungan dan lahan warga PT SBR harus membuat tanggul dan drainase secara permanen agar rembesan air kolam tidak masuk ke kebun warga.

Berikutnya membuat dinding seng pembatas dengan kebun warga dan atau aktifitas masyarakat untuk meminimalisir tebaran debu.

“Terakhir, kami meminta PT SBR untuk melakukan dan melaksanakan pemantauan air limbah di kolam pengendap lumpur,” harap Walius. (OL-13)

Baca Juga: UI Ciptakan Bilik Tes Swab Aman Bagi Tenaga Medis 

Baca Juga

123rf.com

Saksi Pembunuhan Ungkap Disiksa di Sel Polsek, Polda Turun Tangan

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:53 WIB
Seorang buruh bangunan bernama Sarpan, 57, mengaku menjadi korban penyiksaan saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes...
ANTARA/Adiwinata Solihin

Harga Beras Anjlok, Petani Sigi Rugi

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:45 WIB
Beras dengan berat Rp50 kilogram hanya dihargai Rp350 ribu oleh pembeli yang datang langsung ke...
MI/Lina Herlina

KPU Makassar dapat Tambahan Anggaran Rp6,2 M

👤Lina Herlina 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:45 WIB
KPU dan Pemerintah Kota Makassar menandatangani addendum baru Nota Perjanjian Hiba Daerah (NPHD) untuk Pilkada Kota Makassar 2020 dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya