Selasa 26 Mei 2020, 20:24 WIB

Udara Terasa Lebih Panas, Ini Penjelasan BMKG

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Udara Terasa Lebih Panas, Ini Penjelasan BMKG

Antara/Asprilla Dwi
Seorang warga melintasi pepohonan yang mulai kering di Buperta Cibubur, Jakarta.

 

DALAM beberapa hari terakhir, masyarakat mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih panas. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hal ini fenomena biasa saat memasuki musim kemarau.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, menjelaskan hawa gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas, disertai tingginya kelembapan udara.

“Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara. Semakin banyak uap air yang dikandung udara, akan semakin lembap udara tersebut. Apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan terasa lebih gerah,” ujar Herizal dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).

Baca juga: Antisipasi Kemarau, Kementan Percepat Masa Tanam

Berdasarkan catatan meteorologis, suhu maksimum udara di Indonesia dalam lima hari terakhir berada dalam kisaran 34-36°C. Beberapa kali suhu udara lebih dari 36°C terjadi di Sentani, Papua. Di Jabodetabek, pantauan suhu maksimum tertinggi terjadi di Soekarno-Hatta, yakni 35°C. Kemudian, suhu udara di Kemayoran 35°C, Tanjung Priok 34,8°C dan Ciputat 34,7°C. Demikian juga wilayah lain di Jawa, seperti Tanjung Perak dengan suhu udara terukur 35°C.

“Wilayah perkotaan, terutama di kota besar umumnya memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan bukan wilayah perkotaan. Catatan kelembapan udara menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kisaran >80%-100%. Itu termasuk berkelembapan tinggi,” jelasnya.

Baca juga: BMKG Prediksi Pola Hujan 2020 Normal

Di Jabodetabek, sepanjang April-Mei merupakan periode di mana suhu udara secara statistik memang cukup tinggi, selain periode Oktober-November. Pada musim kemarau, suhu udara maksimum di Jakarta umumnya berada pada rentang 32-36°C.

“Udara panas gerah juga lebih terasa bila menjelang hujan. Karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensible, yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari,” kata Herizal.

Hingga pertengahan Mei 2020, sekitar 35% wilayah Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau. Di antaranya, sebagian besar wilayah NTT dan NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, sebagian Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, dan sebagian daerah Papua dan Maluku.(OL-11)

Baca Juga

Sumber: Tim Riset MI/NRC/Foto: Instagram

Lentera Kisik Plawangan, Cahaya di Kampung Nelayan

👤MI 🕔Senin 13 Juli 2020, 02:10 WIB
LENTERA Kisik Plawangan merupakan sebuah perpustakaan kecil yang berada di tepi pantai Desa Plawangan, Kecamatan...
ANTARA

Pemeriksaan Rapid Test untuk Syarat Aktivitas Rugikan Konsumen

👤Atalya Puspa 🕔Senin 13 Juli 2020, 01:50 WIB
Kualitas dan standardisasi alat rapid test masih belum ada. Sehingga jaminan kualitas alat yang beredar kini juga masih...
MI/Widjajadi

Tambah Kewaspadaan Hadapi Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Senin 13 Juli 2020, 01:45 WIB
PERINGATAN dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa risiko penularan virus korona baru (covid-19) yang bisa melalui...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya