Selasa 26 Mei 2020, 19:32 WIB

Industri Makanan Rajai Sektor Manufaktur

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Industri Makanan Rajai Sektor Manufaktur

Antara/Raisan Al Farisi
Warga memlih makanan saat berbelanja di supermarket wilayah Bandung, Jawa Barat.

 

SEKTOR manufaktur mengalami tantangan sekaligus lompatan besar di era kemajuan teknologi, atau disebut era industri 4.0.

Presiden RI Joko Widodo telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 pada 2018, yang menjadi acuan strategi dan arah revitalisasi sektor manufaktur. Terdapat lima sektor industri yang menjadi tulang punggung, yaitu industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan pakaian, otomotif, kimia dan farmasi, serta elektronik.    

Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp 1.348,9 triliun. Sektor utama yang paling diminati adalah industri makanan dengan nilai investasi mencapai Rp 293,2 triliun, atau dengan persentase 21,7% dari total investasi.

Baca juga: 30 Juta Pekerja Sektor Properti Terancam Pandemi

Kemudian, disusul industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan dengan nilai investasi Rp 266,7 triliun. Adapun industri kimia dan farmasi berada pada peringkat ketiga dengan investasi mencapai Rp 243,9 triliun.

Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Farah Indriani, mengatakan sektor manufaktur berpotensi besar untuk lebih meningkat. Dengan kemajuan teknologi dan internet, proses produksi akan lebih efisien.

Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dari letak geografis dan  pasar domestik. Sehingga, dapat dijadikan hub manufaktur di wilayah Asia Tenggara. “Angka ini menjadi refleksi bahwa tidak bisa dipungkiri pasar domestik adalah magnet investasi. Khususnya industri mamin. Hanya industri makanan yang porsi PMDN-nya lebih besar dari PMA,” ungkap Farah dalam keterangan resmi, Selasa (26/5).

Meski data realisasi investasi sektor industri makanan pada lima tahun terakhir menunjukkan fluktuasi, namun secara rata-rata mengalami kenaikan sebesar 3% per tahun. Sektor industri tersebut juga berada pada peringkat teratas untuk total realisasi investasi sekunder.

Baca juga: Kemenperin: Pandemi Guncang 60% Industri di Tanah Air

Pada 2017, industri makanan mencapai puncak tertinggi dengan total investasi Rp 64,8 triliun. Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar dalam lima tahun terakhir tidak selalu teratas, namun menunjukkan potensi besar dengan rata-rata pertumbuhan 11% per tahun. 

“Kenaikan investasi di industri logam dasar juga merupakan sinyal bahwa pembangunan industri di Tanah Air berjalan dengan cepat. Indonesia tetap dipercaya investor, baik dalam maupun luar negeri," pungkas Farah.

Sepanjang 2015-triwulan I 2020, total realisasi investasi industri makanan tercatat Rp 293,2 triliun, industri logam dasar sebesar Rp 266,7 triliun, industri kimia dan garmasi Rp 243,9 triliun, industri mineral nonlogam Rp 109,3 triliun, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp 106,4 triliun.(OL-11)

 

 

Baca Juga

Antara/Moch Asim

Perpres Baru Kartu Prakerja Dinilai Lahirkan Kerancuan Baru

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:32 WIB
Itu terkait dengan pasal 31A yang menyebutkan pemilihan mitra program Kartu Prakerja bukan merupakan bagian dari pengadaan barang dan jasa...
Dok. Petrokimia gresik

Dorong Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Gencarkan Inovasi

👤M. Iqbal Al Macchmudi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:17 WIB
Indonesia harus memperkuat sektor pertanian domestik sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional dan terhindar dari krisis...
MI/Andri Widiyanto

Cegah Kasus Indosurya Terulang, Pengawasan Koperasi Diperketat

👤Antara 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:30 WIB
PEMERINTAH akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas bisnis koperasi untuk mencegah terulangnya kasus gagal bayar Koperasi Simpan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya