Selasa 26 Mei 2020, 16:34 WIB

Kadin Tuntut Protokol Kesehatan yang Rinci untuk New Normal

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kadin Tuntut Protokol Kesehatan yang Rinci untuk New Normal

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Protokol kesehatan menuju new normal

 

DEWAN Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chris Kanter memandang bahwa penerapan new normal yang kabarnya akan segera diberlakukan perlu dibarengi dengan enforcement protokol covid-19.

Dalam hal ini, dia menyarankan beberapa tempat seperti mal, sekolah dan lainnya perlu menyediakan protokol kesehatan agar penyebaran covid-19 tidak bertambah banyak.

"Misalkan di mal apakah disediakan mesin sinar UV untuk mematikan virus, baik itu di barang-barang maupun makanan? Apakah sudah menerapkan touchless antar manusia, jadi pembayaran hanya melalui tap dan tidak tunai atau credit card? Bagaimana penggunaan alat pelindung? misalnya dimana harus pakai masker dan sarung tangan, dimana harus pakai APD misalkan di salon dan lainnya," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (26/5).

Lebih lanjut, Chris menambahkan bahwa beberapa hal terkait peraturan di berbagai tempat lain pun belum memiliki kejelasan terkait protokol kesehatannya.

Hal ini tentu sangat berbahaya karena new normal yang dikatakan akan dilaksanakan dalam kurun waktu yang tak lama.

"Apakah reflexi atau massage diperbolehkan? bagaimana dengan kantor-kantor? berapa orang per sqm (square meter)? Bagaimana dengan restoran di office building? bagaimana di rumah ibadah? Ini semua belum ada yang diatur padahal relaksasi bahkan sudah mulai dilaksanakan," sambung Chris.

Chris mengakui bahwa new normal seakan masih gamang dalan pikirannya, sebab saat ini menurutnya sudah terdapat berbagai pengenduran dalam pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

"Yang pasti kebijakan relaksasi yang segera akan dilaksanakan bahkan sebagian sudah mulai diberlakukan meskipun masih PSBB. Misalkan angkutan publik, bahkan sudah ada tanggal mal-mal akan dibuka yang sudah diumumkan," pungkasnya.

Seyogyanya, Chris beranggapan bahwa new normal harus disertai dengan protokol kesehatan secara detail untuk setiap lokasi. Karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin dan tingkat risiko atau bahaya penularan masih tinggi.

Hal ini menyebabkan protokol kesehatan harus tetao dilaksanakan dan tidak ada yang boleh diubah sejak covid-19 ini ada sampai saat ini. (OL-4)

Baca Juga

DOK Patra Jasa

Patra Jasa Raih Penghargaan Anugerah BUMN 2020

👤Widhoroso 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 22:55 WIB
Ini menjadi kali ketiga Patra Jasa secara beruntun menerima penghargaan dalam ajang Anugerah...
Antara/Dhemas Revianto

PNM Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo Rp750 Milar

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:15 WIB
Dalam masa pandemi covid-19,  PNM tetap menyalurkan pembiayaan kepada usaha ultra mikro dan UMKM lebih dari Rp8,2...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Ini Sederet Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Masa Pandemi

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 18:05 WIB
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur 2020-2024 sebanyak Rp6.445 triliun. Pemerintah hanya menyanggupi Rp2.385 triliun....

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya