Senin 25 Mei 2020, 21:21 WIB

Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta, PKS : Kebijakan tak Sinkron

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta, PKS : Kebijakan tak Sinkron

MI/Franmsisco Carolio Hutama gani
Antrean kendaraan di jalur Bekasi-Karawang saat Idulfitri

 

WAKILKetua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Abdurrahman Suhaimi, menilai alasan ribuan warga pergi mudik ke luar kota karena adanya kebijakan yang tidak sinkron satu sama lain antara pemda DKI dengan pemerintah pusat.

PT Jasa Marga sendiri mencatat total 37.878 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

"Akibat kebijakan itu penafsiran masyarakat jadi beda-beda, lantaran antara pusat dan daerah kurang kompak soal diperbolehkan pulang kampung. Hal itu bisa menjadi bias ke masyarakat, harusnya jangan," kata Suhaimi saat dihubungi Media Indonesia.

Ia menyebut berdasarkan keterangan Gubernur Anies Baswedan sudah 60% warga mematuhi untuk tetap di rumah selama pembatasan sosial berskala besar diterapkan. Namun, menjelang lebaran hingga hari ini masih banyak warga pergi keluar kota.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H dianggap tidak efektif.

Baca juga : Besok, KRL Kembalikan Jam Operasional Sesuai PSBB

"Kalau dilihat dari data sebenarnya imbauan pak Anies cukup disambut baik oleh masyarakat sekitar 60 persen itu. Tapi, dengan diizinkan mudik itu kesanya pusat memperbolehkan. Ini harusnya jangan berbicara kepentingan tertentu," kata Suhaimi.

Peran masyarakat juga turut andil dalam keberhasilan PSBB tahap ketiga sampai 4 Juni. Kedisiplinan warga untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 juga penting untuk menentukan apakah PSBB di DKI diperpanjang lagi atau tidak.

"Kembali kepada kedisiplinan masyarakatnya, kan tugasnya pemprov membuat kebijakan untuk melindungi masyarakat. Kebijakan PSBB bukan untuk mempersulit atau bikin susah, tetapi justru menyelesaikan masalah meskipun dirasakan ada kesulitan," pungkas Suhaimi.

Diketahui, laporan dari PT Jasa Marga yang menyebut 37.878 kendaraan meninggalkan Jakarta itu turun 81% dibandingkan dengan lalin periode yang sama di Lebaran tahun 2019.

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah adalah sebesar 25% dari arah Timur, 31% dari arah Barat dan 45% dari arah Selatan. (OL-7)

Baca Juga

Dok pribadi

Tan Grup Upayakan Kelangsungan Hidup Musisi Cafe

👤Atalya Puspa 🕔Senin 13 Juli 2020, 01:55 WIB
Bukan hanya musisi band, Tan Grup juga memberikan kesempatan yang sama terhadap dick jockey...
Medcom.id/Jufriansyah

Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV Sempat Mampir ke Warung Sekitar

👤Sri Utami 🕔Minggu 12 Juli 2020, 19:16 WIB
Hingga Minggu (12/7) sebanyak 20 saksi telah diperiksa. Para saksi merupakan teman dan keluarga...
Antara/Aditya Pradana

Anies Ancam Lakukan 'Rem Darurat' Jika Masyarakat Ogah Disiplin

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 17:45 WIB
Anies mengungkapkan positivity rate Jakarta per hari ni mencapai 10,5%. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan positivity rate...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya