Senin 25 Mei 2020, 20:11 WIB

Menteri LHK : Berkah Pandemi Covid-19, Jumlah Satwa Melahirkan

mediaindonesia.com | Humaniora
Menteri LHK : Berkah Pandemi Covid-19, Jumlah Satwa Melahirkan

Ist/KLHK
Orangutan melahirkan bayi betina pukul 05.00 pada Senin (25/5) di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

 

BERTEPATAN dengan momentum Hari Keanekaragaman Hayati  (Kehati) Dunia yang jatuh pada 22 Mei dan Idul Fitri pada 24 Mei 2020, kabar gembira datang dari lembaga konservasi (LK) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua.

"Alhamdulillah, di hari yang bahagia sekaligus prihatin dengan situasi pandemi Covid 19, telah lahir jam 05.00 pagi tadi bayi orangutan betina," ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya di kediamannya di Jakarta, Senin siang (25/5).

Bayi orang utan ini merupakan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari induk Evi dan jantan Ipung. "Saya namai 'Fitri’. Saya mencatat bahwa selama penutupan lembaga konservasi dan berlangsungnya Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB),  banyak satwa yang lahir," jelas Siti Nurbaya.

"Sata yang lahir di lembaga konservasi antara lain Gajah Sumatera di Taman Sari Indonesia, Cisarua dan Gembira Loka Yogyakarta, komodo (12 ekor), burung Kasturi Raja (1 ekor), orangutan fitri di TSI Cisarua, Tarsius (1 ekor) di Faunaland Ancol, Kasuari (3 ekor) di R Zoo and Park di Sumatera Utara, serta satwa- satwa eksotik lainnya seperti jerafah, zebra dan common marmoset," paparnya.

Menurut Menteri LHK, kelahiran sejumlah satwa menandakan bahwa pengelola lembaha konservasi telah menerapkan kesejahteraan satwa dengan baik. Dengan kondisi yang kondusif tersebut, maka satwa dapat berkembangbiak secara alami.

Lembaga-lembaga konservasi telah pula menjalankan fungsinya sebagai tempat pengembangbiakan di luar habitat yang tetap mempertahankan kemurnian genetiknya.

Siti Nurbayajuga berharap melalui program captive breeding, konservasi ex-situ link to in-situ bisa dijalankan dan pada akhirnya peningkatan populasi in-situ dapat tercapai.

Hal tersebut juga telah dibuktikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan telah melakukan pelepasliaran satwa ke habitat alaminya dari pusat rehabilitasi, pusat penyelamatan, dan unit konservasi satwa lainnya sebanyak 214.154 individu sejak tahun 2016-2020.
 
Menteri Siti Nurbaya juga menjelaskan bahwa peningkatan populasi dapat dilakukan dengan membuat kantung-kantung baru populasi satwa dan menyelamatkan metapopulasi satwa yang sudah ada. Metapopulasi adalah kelompok populasi yang secara spasial terpisah dari jenis yang sama dan berinteraksi pada beberapa tingkatan.  

"Untuk itu saya (sedang) mengembangkan kebijakan untuk mendorong adanya konektivitas kantong-kantong satwa melalui pengembangan sistem kawasan lindung yang mencakup areal yg bernilai konservasi tinggi di konsesi-konsesi sektor kehutanan dan perkebunan. KLHK telah mengidentifikasi ada 1,4 juta area bernilai konservasi tinggi yang bisa masuk dalam sistem kawasan yang dilindungi," papar Siti Nurbaya.
 
Ia menjelaskan pada tingkat spesies, Indonesia telah telah menyusun peta jalan untuk memulihkan populasi 25 spesies target yang terancam punah.

“Melalui lebih dari 270 lokasi pemantauan, beberapa populasi spesies meningkat dalam lokasi pemantauan tersebut, seperti jalak bali, harimau sumatra, badak jawa, gajah sumatra, dan elang jawa,” tegas Menteri Siti.  

Pada tingkat genetik, Indonesia telah mempromosikan bioprospeksi (bioprospecting) untuk keamanan dan kesehatan pangan, seperti Candidaspongia untuk anti-kanker, dan gaharu untuk disinfektan, yang produksinya telah ditingkatkan selama pandemi Covid-19 ini. (RO/OL-09)

Baca Juga

Sumber: Tim Riset MI/NRC/Foto: Instagram

Lentera Kisik Plawangan, Cahaya di Kampung Nelayan

👤MI 🕔Senin 13 Juli 2020, 02:10 WIB
LENTERA Kisik Plawangan merupakan sebuah perpustakaan kecil yang berada di tepi pantai Desa Plawangan, Kecamatan...
ANTARA

Pemeriksaan Rapid Test untuk Syarat Aktivitas Rugikan Konsumen

👤Atalya Puspa 🕔Senin 13 Juli 2020, 01:50 WIB
Kualitas dan standardisasi alat rapid test masih belum ada. Sehingga jaminan kualitas alat yang beredar kini juga masih...
MI/Widjajadi

Tambah Kewaspadaan Hadapi Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Senin 13 Juli 2020, 01:45 WIB
PERINGATAN dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa risiko penularan virus korona baru (covid-19) yang bisa melalui...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya