Senin 25 Mei 2020, 17:58 WIB

Rektor UMS Jamu Mahasiswa Asing tidak Bisa Pulang karena Korona

Widjajadi | Nusantara
Rektor UMS Jamu Mahasiswa Asing tidak Bisa Pulang karena Korona

MI/Widjajadi
Rektor UMS jamu mahasiswa asing yang tidak bisa pulang saat Idul Fitri karena terdampak wabah korona.

 

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Sofyan Anif, MSi punya kesibukan baru pada Idul Fitri 1441 H yang berada dalam suasana pandemi Covid-19 ini. Hal ini seiring dengan banyaknya mahasiswa asing yang belajar di kampus UMS, dan tidak bisa pulang karena terdampak wabah korona.

Banyak mahasiswa UMS berasal dari Asia Tenggara seperti Thailand,  kawasan Timur Tengah maupun Afrika. Karena tidak bisa pulang ke negara mereka pada perayaan hari yang sangat istimewa untuk umat Islam itu, rektor UMS perlu meluangkan waktu, untuk menggelar silaturahmi dengan mereka.

"Ya mereka ini terdampak langsung wabah korona, sehingga tidak bisa pulang ke negaranya saat perayaan Idul Fitri. Selain itu ada surat dari pemerintah asal mahasiswa yang study di UMS, sehingga memang perlu digelar silaturahmi ini," tukas Sofyan usai menjamu 25 mahasiswa UMS asal Thailand, pada Senin (25/5) siang di rumahnya.

Puluhan mahasiswa dari Thailand diundang ke rumah rektor UMS untuk diajak makan dan sekaligus diskusi dan sharing permasalahan. Mereka pun diberi motivasi oleh rektor. Dan bahkan saat pulang para mahsiswa asing ini masih dibawakan oleh-oleh.

Pertemuan puluhan mahasiswa UMS asal Thailand itu dilakukan dengan protokol kesehatan, seperti penerapan physical distancing, karena itu dilakukan dalam dua tahap, pagi dan siang hari.

"Ya sebagai ganti orangtua tatkala mereka tidak bisa merasakan Idul Fitri dengan keluarga mereka. Lebih dari itu Kementerian Pendidikan Thailand kebetulan juga menyurati saya selaku Rektor UMS belum lama ini," kata Sofyan.

Dalam suratnya, pemerintah Thailand meminta agar mahasiswa dari negaranya yang belajar di Kampus UMS untuk diperhatikan kehidupannya selama libur Hari Raya. Selain itu juga mendapatkan perlindungan.

"Banyak aspirasi mengemuka dari mahasiswa asal Thailand ini. Dan sebisa mungkin kampus akan memberikan fasilitas buat mereka yang terdampak Covid-19,'' imbuh rektor.

Setelah menjamu mahasiswa UMS asal Thailand, rektor juga menjadwalkan perjamuan serupa dengan mahasiswa asal Afrika seperti dari Uganda dan juga Timur Tengah.

Muhammad Marwan salah satu mahasiswa Thailand merasa senang atas jamuan Rektor tersebut. "Silaturahmi ini menjadi bukti kampus memperhatikan kami," tukas dia.

Dia dan mahasiswa asal Thailand yang diundang makan siang di rumah Rektor seolah-olah bisa mengobati rasa sedih dan rindu karena tidak bisa mudik ke negaranya.

"Rasanya senang, kita yang sekarang ini jauh dari keluarga, tidak bisa pulang ke Thailand, bisa berkumpul di rumah rektor," tukas mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris semester 8 itu.

Selain mahasiswa luar negeri, Rektor UMS juga memberikan perhatian kepada ratusan mahasiswa dalam negeri yang tidak bisa pulang mudik ke asalnya karena dampak korona, dengan memberi bingkisan lebaran. Bingkisan ini cukup untuk dikonsumsi 10 hari.

Banyak mahasiswa yang tidak bisa mudik lantaran kesulitan transportasi harus menjalani isolasi karena inisiatif sendiri mengikuti anjuran pemerintah untuk memutusa mata rantai penyebaran virus korona. (WJ/OL-10)

Silaturahim Rektor UMS dengan mahasiswa asing di kediaman rektor di kawasan Kerten, Solo, Senin (25/5/2020). (MI/Widjajadi)

Baca Juga

Antara

Per Hari, Rerata 125 Orang Positif Korona di Sumut

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 10 Juli 2020, 22:49 WIB
Lonjakan kasus positif dalam tiga hari terakhir sangat tidak sebanding dengan jumlah pasien sembuh yang hanya rata-rata 11 orang setiap...
MI/Gabriel Langga

Biaya Rapid Test di Manggarai Barat Mahal

👤John Lewar 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:30 WIB
Para pelajar dan masyarakat umum di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang...
MI/Dwi Apriani

Ratusan Nelayan Muba Diverifikasi Kemen ESDM Konversi BBM ke BBG

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:15 WIB
Verifikasi itu bagian dari program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya