Senin 25 Mei 2020, 12:45 WIB

Realisasi Impor Belum Maksimal, Pasokan Gula Putih Jadi Langka

Hilda Julaika | Ekonomi
Realisasi Impor Belum Maksimal, Pasokan Gula Putih Jadi Langka

ANTARA
Pekerja menyiapkan gula pasir untuk disalurkan ke operasi pasar dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

 

DIRJEN Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan langkanya pasokan gula di pasaran lantaran belum maksimalnya realisasi impor gula.

Kementerian Perdagangan (Kemendag), menurutnya, telah mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) Gula Kristal Mentah (GKM) sejak November 2019. Hingga kini dari total persetujuan impor GKM oleh PT GMM telah direalisasikan 100% sebanyak 29.750 ton.

Baca juga: Berlinang Air Mata, Sri Mulyani Ucapkan Terima Kasih

Sementara itu, Perum Bulog yang mendapatkan izin pengalihan gula dari PT Sumber Mutiara Indah Perdana (PT SMIP) belum dapat dipenuhi realisasinya secara keseluruhan yang seharusnya sebesar 20 ribu ton. Karena yang baru disalurkan sebesar 3.800 ton.

“Hal ini yang menyebabkan salah satu alasan kurangnya pasokan GKP di pasar adalah belum maksimalnya realisasi impor oleh pabrik gula berbasis tebu yang diberikan SPI,” ujar Wisnu melalui keterangan resmi yang Media Indonesia terima, Senin (25/5).

Adapun alasan sulitnya realisasi ini karena negara-negara pemasok impor gula seperti Thailand, India, dan Australia tengah melakukan lockdown. Lockdown ini mereka lakukan untuk mengurangi perluasan pandemi Covid-19. Alhasil, menyebabkan terganggunya jalur transportasi dan logistik dari sentra produksi menuju pelabuhan muat di negara importer.

“Selain itu, importir gula juga mengalami kesulitan mendapatkan kapal pengangkut karena adanya protokol kesehatan yang harus diikuti di negara asal impor,” imbuhnya.

Kondisi ini diakuinya memicu pergeseran pasokan impor GKM sebagai bahan baku gula putih Kristal (GKP) yang semula diperkirakan akan masuk ke Indonesia pada Maret dan April 2020 menjadi Mei dan Juni 2020. Hal ini memberikan dampak langsung terhadap pemenuhan GKP yang mengakibatkan kurangnya pasokan gula untuk masyarakat pada bulan-bulan tersebut.

Baca juga: Kemenhub: Pengendalian Transportasi Hari Pertama Lebaran Kondusif

“Hal lain yang menyebabkan kurangnya pasokal gula Kristal putih pada saat ini adalah bergesernya musim giling tebu yang biasanya dimulai pada Maret bergeser menjadi bulan Juni akibat adanya perubahan iklim,” klaim Wisnu.

Situasi ini pun membuat beberapa pabrik gula yang mendapatkan izin impor ke negara lain yang belum menerapkan lockdown secara ketat seperti Brazil dan negara-negara di Afrika. Walaupun waktu tempuh impor menjadi lebih lama. (OL-6)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Sembawa Jadi Penyangga Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 15:15 WIB
Ketut menerangkan, jumlah kelompok yang telah dibina dan diberikan hibah unggas lokal di Provinsi Kalimantan Tengah adalah 50 kelompok...
DOK KEMENTAN

Benih Inpara 2 Jadi Primadona Produksi Padi di Lahan Rawa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 13:15 WIB
Apapun cara yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian, akan ditempuh demi menjaga ketahan pangan terlebih di masa pandemi Covid-19...
Dok: biro setpres

Jokowi Yakin Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi di 2045

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 12:40 WIB
Meski sudah memasuki status ekonomi menengah ke atas, Presiden meminta Indonesia harus selalu berbenah agar tidak terjebak dalam status...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya