Senin 25 Mei 2020, 12:15 WIB

Dianggap Langgar Privasi, Aplikasi Covid-19 Qatar Tuai Kecaman

Basuki Eka Purnama | Internasional
Dianggap Langgar Privasi, Aplikasi Covid-19 Qatar Tuai Kecaman

AFP/KARIM JAAFAR
Dua pekerja mengenakan masker berjalan di Doha, Qatar.

 

APLIKASI pelacak kontrak covid-19 milik pemerintah Qatar memicu kecaman karena dianggap melanggar privasi warga.

Seperti negara lain di dunia, Qatar beralih ke ponsel untuk melacak pergerakan warga mereka dan melacak siapa saja yang melakukan kontak dengan mereka. Hal itu membantu pemerintah mengawasi infeksi covid-19 dan memperingatkan warga mengenai kemungkinan tertular.

Aplikasi itu menggunakan bluetooth untuk menge-ping ponsel terdekat yang bisa dihubungi jika penggunannya berada di dekat orang yang bergejala atau positif covid-19.

Baca juga: Langgar Jam Malam Covid-19, Presiden Austria Minta Maaf

Namun, akses aplikasi itu terhadap keberadaan penggunannya memicu ketakutan pelanggaran privasi.

Selain itu, aplikasi versi Qatar ini juga memaksa pengguna gawai Android untuk mengizinkan akses ke galeri foto dan video serta mengizinkan aplikasi itu melakukan sambungan telepon tanpa izin.

"Saya tidak mengerti mengapa aplikasi ini membutuhkan izin-izin itu," ujar seorang warganet di Facebook.

Justin Martin, seorang dosen jurnalisme di Qatar, memperingatkan pemerintah bahwa memaksakan aplikasi semacam itu bisa mengikis kepercayaan warga.

Pemerintah Qatar meluncurkan aplikasi Ehteraz, yang berarti waspada, pada April dan pada Jumat (22/5), mengharuskan seluruh warga untuk meng-install aplikasi itu di ponsel mereka.

Warga yang tidak meng-install aplikasi itu terancam hukuman penjara selama tiga tahun. (AFP/OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Jumlah Kasus Covid-19 Capai 60 Juta

👤 (AFP/Nur/Aiw/X-11) 🕔Jumat 27 November 2020, 02:55 WIB
LEBIH dari 60 juta kasus virus korona baru atau covid-19 telah terdeteksi di seluruh...
AFP

Demokrat Kecam Trump soal Flynn

👤Atikah Ishmawah Winahyu 🕔Jumat 27 November 2020, 02:30 WIB
KUBU Partai Demokrat mengecam tindakan Presiden AS Donald Trump yang telah memberi...
AFP

Mantan PM Sudan Meninggal karena Korona

👤MI 🕔Jumat 27 November 2020, 02:10 WIB
MANTAN Perdana Menteri Sudan Sadiq al-Mahdi meninggal karena infeksi virus korona pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya