Senin 25 Mei 2020, 10:30 WIB

DPRD Surabaya Minta Warga Diberi Tanda Khusus Covid-19

Antara | Nusantara
DPRD Surabaya Minta Warga Diberi Tanda Khusus Covid-19

ANTARA/Didik Suhartono
Petugas medis melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Pasar Sore Manukan, Surabaya, Jawa Timur.

 

WARGA  yang terpapar covid-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, diusulkan diberi tanda khusus guna memudahkan pengawasan dan penindakan.

"Selain usulan swab massal, pemberian tanda pada setiap warga perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan penindakan covid-19," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony, Senin (25/5).

Pemberian tanda tersebut bisa berupa gelang berwarna warni misalnya gelang hijau untuk orang yang sehat, kuning bagi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP), dan merah untuk warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

"Jadi kalau ada warga yang keluyuran biar ketahuan terpapar covid-19 atau tidak," ujarnya.

Baca juga: Bayi 5 Bulan Sembuh dari Covid-19 di Teluk Bintuni

Menurut dia, warga yang memakai gelang hijau boleh keluar dan bekerja supaya roda ekonomi tetap jalan. Sedangkan untuk warga yang memakai gelang kuning harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menerima haknya dari Pemkot Surabaya dengan mendapat bantuan makanan, vitamin, suplemen makanan dan lainnya.

Begitu juga untuk warga yang memakai gelang merah, lanjut dia, tentunya harus menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan penanganan kuratif sesuai tingkat kegawatan.

Selain itu, lanjut dia, perlu adanya ruang isolasi massal di setiap kampung di Kota Surabaya dengan mendapat pengawasan dan kontrol dari Puskesmas setempat.

Tidak hanya itu, politikus Partai Gerindra ini menyarankan adanya edukasi protokoler pemakaman jenazah di tiap kelurahan dengan metode pemakaman yang aman.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Kamis (21/5), menyebut terdapat 10 kecamatan di Surabaya yang mengalami kasus tertinggi covid-19, yakni Kecamatan Rungkut 180, Krembangan 172, Tambaksari 101, Sawahan 87, Wonokromo 85, Gubeng 76, Bubutan 73, Mulyorejo 58, Tegalsari 55, dan Sukolilo 54.

Sedangkan di tingkat kelurahan, 10 kasus tertinggi covid-19 berada di Kelurahan Kemayoran 113, Kalirungkut 75, Kedung Baruk 61, Jepara 40, Ngagel Rejo 39, Banyu Urip 37, Mojo 31, Morokrembangan 27, Mulyorejo 26, dan Ketintang 24.

Dari data tersebut wilayah di Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Krembangan ditetapkan sebagai dua kecamatan tertinggi kasus penyebaran covid-19 di Surabaya. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Mohammad Ayudha

Puluhan Tenaga Medis RSUD Moewardi Solo Reaktif Covid-19

👤Haryanto 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:40 WIB
Selain memperketat tracing kontak, RSUD Moewardi Solo juga mengurangi karyawan non medis sebanyak 50 persen serta mengurangi jumlah...
ANTARA

Pemkot Medan Perkuat Manajemen Aset Daerah

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:05 WIB
Hingga saat ini pun masih ada beberapa aset-aset Pemkot Medan yang sedang berperkara di pengadilan dan dikuasai oleh pihak...
ANTARA/Bayu Pratama S

70% Kasus Positif Korona di Kalsel Terjadi di Lima Kabupaten/Kota

👤Denny S 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 23:10 WIB
Total kasus positif virus korona dari lima daerah dari 13 kabupaten/kota di Kalsel ini mencapai lebih 70 persen total kasus yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya