Minggu 24 Mei 2020, 14:32 WIB

70% Pesawat Grounded, Garuda Lakukan Prolong Inspection

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
70% Pesawat Grounded, Garuda Lakukan Prolong Inspection

Antara/Muhammad Iqbal
Dua pesawat boeing milik Garuda Indonesia melintas di landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta.

 

PANDEMI covid-19 memaksa sejumlah negara membatasi pergerakan manusia demi menekan penyebaran virus. Tidak terkecuali pada sektor penerbangan, dengan adanya larangan keluar dan masuk negara melalui pesawat.

Jumlah penerbangan yang semakin berkurang akibat pembatasan, membuat sejumlah maskapai melakukan grounded. Hal itu juga dilakukan Garuda Indonesia. Setidaknya, 70% pesawat milik maskapai pelat merah diistirahatkan selama pandemi covid-19.

Selama pesawat grounded, Garuda Indonesia melakukan prolong inspection untuk tetap menjaga kelayakan terbang pesawat. "Dalam masa covid-19, kita banyak melakukan grounded pesawat. Karena memang rute dan flight kita berkurang,” ujar Direktur Pemeliharaan Garuda Indonesia, Rahmat Hanafi, melalui akun Instagram resmi Garuda Indonesia, Minggu (24/5).

Baca juga: Begini Strategi Garuda Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

“Untuk menjaga pesawat tetap layak terbang, kita melakukan yang namanya prolong inspection. Ini ada beberapa tahapan. Kita lakukan sesuai dengan aircraft manual masing-masing pesawat," imbuh Rahmat.

Prolong inspection dilakukan pada beberapa aspek, seperti mesin, kabin hingga sistem pesawat. Pengecekan dan perawatan dilakukan agar saat pesawat kembali mengudara, pengguna dapat merasa nyaman dan aman.

Pada bagian mesin, lanjut dia, dilakukan penutupan bagian knalpot pesawat. Itu bertujuan mencegah masuknya partikel masuk ke dalam mesin, yang dapat mengganggu performa mesin pesawat.

Baca juga: BUMN Terdampak Pandemi Dapat Stimulus Fiskal Rp 149 Triliun

Jika masa prolong lebih dari 14 hari, penutupan akan dibuka untuk memberikan sirkulasi udara yang baik pada mesin. Secara bersamaan, dilakukan pengecekan dan pembersihan dan kemudian ditutup kembali.

Sedangkan pembersihan dan perawatan dilakukan pada bagian kabin pesawat. "Kalau prolong itu lama. Itu seat cover akan kita copot, kemudian seat-nya dibersihkan, dan yang dicopot akan dibersihkan," jelas Rahmat.

Pesawat akan dipersiapkan dalam 2-3 hari, sebelum siap kembali mengudara. "Jadi, pesawat akan kita ambil dari storage 2-3 hari sebelumnya. Kita cek semua, baik dari mesin, kabin hingga sistemnya. Agar pesawat itu tetap aman dan nanti pada saat dipakai sudah reliable," tutupnya.(OL-11)

 

Baca Juga

ANTARA/Septianda Perdana

Pemerintah akan Terus Lakukan Revitalisasi Pasar Tradisional

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:45 WIB
Pada era kenormalan baru ini pasar tradisional juga harus menyesuaikan diri. Salah satunya, katanya, pengunjung pasar maupun pedagang harus...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Tanjung Priok Siap Jadi Pelabuhan Hub Internasional

👤Widhoroso 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:10 WIB
Pemberlakuan Traffic Separation Scheme (Bagan Pemisah Alur Laut) mulai 1 Juli 2020 diyakini akan meningkatkan lalu lintas kapal di Selat...
Ilustrasi

Project Financing Diperlukan Pelaku Industri Kreatif

👤Retno Hemawati 🕔Kamis 02 Juli 2020, 22:47 WIB
Likuid Projects meyakini layanan project financing dapat menjadi akses pembiayaan alternatif bagi para pelaku industri kreatif di tengah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya