Sabtu 23 Mei 2020, 08:20 WIB

KPK Awasi Penyaluran Bansos Senilai Rp373 M di DKI

Candra Yuri Nuralam | Megapolitan
KPK Awasi Penyaluran Bansos Senilai Rp373 M di DKI

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Warga Kebon Kacang memperlihatkan isi bantuan sembako pemerintah sebagai bantuan pangan akibat wabah COVID-19

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap PD Pasar Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, selaku perusahaan penyedia pengadaan barang dan jasa yang menyalurkan bantuan sosial (bansos) wabah virus korona (covid-19).

"Anggaran bansos yang disalurkan melalui PD Pasar Jaya yaitu senilai Rp373 miliar," kata Kasatgas Koordinasi Pencegahan Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaikha di Jakarta, Sabtu (23/5).

Pengawasan ini dilakukan sebagai pencegahan titik-titik rawan korupsi. Pengawasan terhadap seluruh pengeluaran barang dan jasa terkait wabah virus korona tak boleh terlepas dari pantauan mata KPK.

"Intinya untuk mempermudah post audit, perlu deteksi titik rawannya sejak dini. Pola good corporate governance perusahaan harus diutamakan agar nanti dapat dipertanggung jawabkan," ujar Aida.

Baca juga: PSI Sarankan Pemprov Salurkan Bansos Tahap 3

Aida merinci, per 25 April 2020 PD Pasar Jaya sudah menyalurkan keseluruhan target pengiriman bansos tahap pertama. Total biaya yang dikeluarkan dari pengiriman bansos tahap pertama itu mencapai Rp173,9 miliar.

Sebanyak 1.194.633 paket telah disalurkan ke masyarakat di 2.687 RW di Jakarta. Dana distribusi yang telah dikeluarkan senilai Rp5,8 miliar.

"Tiap paket senilai Rp149.500 terdiri dari beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dua buah sabun batang, dua buah biskuit, dua kaleng sardines dan dua buah masker kain," ungkap Aida.

Peserta penerima bansos tahap pertama pun diberikan dana Rp13 ribu. PD Pasar Jaya memanfaatkan karang taruna setempat untuk mengalokasikan uang itu ke penerima.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan waktu penyaluran bansos tahap pertama sangat singkat. Dia sampai bekerja sama dengan tujuh peretail swasta untuk menyanggupi penyaluran bansos.

"Pada tahap I, untuk mengejar waktu yang cukup singkat, PD Pasar Jaya bekerja sama dengan 7 peretail swasta dengan pembagian jumlah paket sesuai kemampuan pengemasan pihak retail," ucap Arief.

Arief mengatakan pada penyaluran bansos tahap kedua pihaknya mengelola sendiri pengadaan barang untuk bahan bansosnya. Sebanyak 1.147.532 disiapkan. Waktu pengiriman bansos tahap kedua itu di tanggal 14 Mei 2020 sampai 22 Mei 2020.

"Sampai dengan tanggal 21 Mei 2020, total paket bansos tahap II terdistribusi sebanyak 550.436 tersebar di 1.219 RW," tutur Arief.

Bansos tahap kedua ada tambahan distribusi 20 juta masker kain. Hal itu merupakan perintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdasarkan surat Keputusan Gubernur nomor 435 tahun 2020.

"Sampai dengan 21 Mei 2020 sudah terdistribusi sebanyak 18,4 juta masker kain tersebar di 210 kelurahan. Target penyelesaian distribusi masker ini sampai dengan 23 Mei 2020," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Adi Kristiadi

Pembukaan Sekolah di Jakarta Tergantung Perkembangan Kasus

👤Putri Anisa Yuliani/Hilda Julaika 🕔Selasa 24 November 2020, 21:06 WIB
DKI menyebut berbagai persiapan dari sisi ketentuan prasarana dan sarananya sedang...
AFP

Kasus Baru Positif Korona di Jakarta Bertambah 1.015 Orang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 24 November 2020, 21:00 WIB
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 63 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 8.559...
Antara/Akbar Nugroho

DPRD DKI Prediksi Ekonomi Jakarta Membaik di 2021

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 24 November 2020, 20:43 WIB
Bangkitnya sektor pariwisata bisa meningkatkan pertumbuhan pajak hotel dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya