Jumat 22 Mei 2020, 23:15 WIB

Kemenhub Ungkap Modus Pemudik Colongan

Hilda Julaika | Ekonomi
Kemenhub Ungkap Modus Pemudik Colongan

MI/PIUS ERLANGGA
Petugas memeriksa surat dan barang bawaan kepada penumpang kendaraan di gerbang tol Merak, Banten, Kamis (21/5).

 

JURU Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati membenarkan masih adanya masyarakat yang nekat melakukan mudik.

Berdasarkan evaluasi implementasi Permenhub 25/2020, masih ada sejumlah masyarakat dan pelaku transportasi yang melanggar aturan yang telah ditetapkan seperti menggunakan travel gelap, mencari jalan tikus untuk mengelabui petugas, memalsukan surat sehat/bebas virus korona atau covid-19, atau pemalsuan stiker khusus pada bus.

“Kami tidak ingin kecolongan dengan masih adanya sejumlah pihak baik masyarakat, operator transportasi, dan pihak lainnya, yang bersikeras mencari celah untuk mudik dan menyediakan sarana transportasi untuk kegiatan mudik. Untuk itu, kesiapan semua petugas di lapangan untuk menegakkan aturan sangat penting,” ujar Adita melalui keterangan resminya, Jumat (22/5).

Baca juga: Mudik Karena ada Kepentingan Mendesak? Boleh, Ini Syaratnya

Pengetatan pengawasan transportasi, secara umum terbagi dalam tiga fase yaitu fase jelang Idulfitri atau 23 April-23 Mei, fase saat Idulfitri pada 24-25 Mei, dan fase pasca-Idulfitri pada 26 Mei sampai 1 Juni.

“Pengetatan pengawasan dilakukan dengan cara di antaranya menambah jumlah personel di simpul transportasi, memberikan sanksi tegas bagi pelanggar, melakukan pemantauan langsung di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala,” imbuhnya.

Adapun penegakan aturan secara tegas yang dilakukan yaitu, misalnya dengan memutarbalikan kendaraan yang melewati pos tersebut, menindak dengan tegas travel gelap yang membawa penumpang yang akan mudik dengan sanksi berupa tilang atau mobil dikandangkan.

Selai itu, memperketat pengawasan jalan-jalan alternatif yang biasa dimanfaatkan oleh pemudik untuk mengelabui petugas, dan pemberian stiker khusus angkutan terbatas di terminal keberangkatan bus. (X-15)

Baca Juga

ANTARA/DHEMAS REVIYANTO

Menaker: Dana JHT Tidak Bisa Dialihkan Ke Tapera

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 08 Juli 2020, 18:18 WIB
"Pembiayaan penyediaan di Indonesia melalui program JHT hanya 1 akun tidak dapat disinergikan dengan Tapera. Hal ini dipisahkan akun...
Antara/Asep Fathulrahman

Tertekan Pandemi, Krakatau Steel Minta Dana Talangan Rp 3 Triliun

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 Juli 2020, 18:04 WIB
Kinerja perseroan pada triwulan I 2020 turun 60% akibat pandemi covid-19. Dana talangan dari pemerintah diharapkan dapat memulihkan kinerja...
Antara/Mohammad Ayudha

Semester I 2020, Apa Saja Kinerja OJK?

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 08 Juli 2020, 17:39 WIB
Dalam sektor pengawasan, OJK telah mengambil beberapa aksi dan rekomendasi bagi sektor jasa keuangan. Misalnya pada perbankan, OJK...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya