Jumat 22 Mei 2020, 12:45 WIB

Pemprov Bali Siapkan Konsep Reborn Pariwisata Pasca-Covid-19

Arnoldus Dhae | Nusantara
Pemprov Bali Siapkan Konsep Reborn Pariwisata Pasca-Covid-19

ANTARA/Nyoman Budhiana
Dua pengendara melintas di jalan Ngurah Rai saat hari pertama penerapan PKM di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5).

 

PEMERINTAH Provinsi Bali saat ini sedang mempersiapkan beberapa konsep reborn pariwisata Bali pasca-covid-19. 

Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa menjelaskan, saat ini seluruh stakeholder pariwisata Bali bersama pemerintah melakukan tanggung jawab bersama untuk menuju pariwisata Bali di era New Normal. 

"Saat ini kami tinggal menunggu perintah dari Gubernur Bali kapan pariwisata Bali dibuka. Saat ini kami tidak bisa mendesak karena pemerintah masih fokus berperang melawan Covid-19. Bila keadaan sudah normal maka pariwisata Bali akan segera dibuka. Kami mohon semua agar bersabar. Semua pasti akan berlalu asal semuanya hidup tertib," ujarnya di Denpasar, Jumat (22/5).

Beberapa yang akan dikembangkan ialah bagaimana hotel yang aman dari Covid-19, restoran yang aman dari Covid-19, destinasi yang aman dari Covid-19, turis yang aman dari Covid19. 

"Prinsipnya, pariwisata New Normal nanti akan mengedepankan keamanan dan kenyamanan dari Covid-19. Turis tidak menularkan virus kepada karyawan, dan sebaliknya karyawan yang bekerja di sektor pariwisata tidak menularkannya kepada turis. Untuk itu, salah satunya adalah seluruh turis yang ke Bali harus menunjukan surat keterangan bebas Covid19 dengan pemeriksaan Swab. Ini demi keamanan dan kenyamanan pariwisata Bali," ujarnya. 

Baca juga: Guru Besar Udhayana: Jumlah Kasus Covid-19 belum Mengkhawatirkan

Selain itu, jarak meja makan di restoran juga akan diatur minimal 1,5 meter. Jarak kamar hotel juga akan diatur sesuai kebijakan hotel. Di setiap titik yang memungkinan akan disiapkan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir.

Menurutnya, secara umum pariwisata Bali pasca-covid-19 akan benar-benar menerapkan pola perilaku new normal. Artinya, baik wisatawan maupun industri senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, mengukur suhu tubuh, menghindari kerumunan yang tidak perlu, membatasi penumpang transportasi pariwisata sesuai protokol Covid-19. 

"Kami minta teman-teman di industri pariwisata untuk bersabar. Yakinlah, bahwa setelah di Bali tidak ada lagi transmisi lokal Covid19, pariwisata Bali akan segera dibuka untuk semua, baik asing maupun lokal," ujarnya. (A-2)

Baca Juga

ANTARA

Industri dan Pekerja Harus Terapkan New Normal di Tempat Kerja

👤Apul Iskandar 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:56 WIB
Labor Institute Indonesia atau Institute Kebijakan Alternatif Ketenagakerjaan Indonesia mengimbau para pelaku industri untuk...
MI/Gabriel Langga

Para Sopir Pengantar Ikan di Sikka Ancam Sandera Mobil BBM

👤Gabriel Langga 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:49 WIB
Kecewa dan diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat, para sopir pengantar ikan mengancam akan menyandera mobil BBM dari Sikka ke...
MI/Supardji Rasban

Grup WA Brebes Bagi Masker Setelah Ditemukan Banyak Warga Abai

👤Supardji Rasban 🕔Senin 01 Juni 2020, 08:43 WIB
Pembagian masker sekaligus penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di persimpangan jalan utama kota Kecamatan Ketanggungan, arah menuju...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya