Jumat 22 Mei 2020, 08:32 WIB

Wall Street Ditutup Lebih Rendah Tertekan Suramnya Data Ekonomi

Antara | Ekonomi
Wall Street Ditutup Lebih Rendah Tertekan Suramnya Data Ekonomi

AFP
Saham-saham di Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mencerna sejumlah data ekonomi AS.

 

SAHAM-SAHAM di Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mencerna sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang baru dirilis.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 101,78 poin atau 0,41%, menjadi 24.474,12 poin. Indeks S&P 500 turun 23,10 poin atau 0,78%, menjadi 2.948,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 90,90 poin atau 0,97%, menjadi 9.284,88 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan energi dan teknologi masing-masing turun 1,48% dan 1,4%, memimpin kerugian sektoral. Sektor industri berakhir naik 0,17%, satu-satunya kelompok yang membukukan keuntungan.

Di bidang data, klaim pengangguran awal AS mencapai 2,438 juta untuk pekan yang berakhir 16 Mei, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (21/5). Level minggu sebelumnya direvisi turun dari 2,981 juta menjadi 2,687 juta.

Selama sembilan minggu terakhir, lebih dari 38 juta orang Amerika telah mengajukan klaim asuransi pengangguran, karena ekonomi terus terhuyung-huyung di tengah penguncian untuk menahan penyebaran covid-19.

Baca juga: Harga Minyak Naik Lagi karena Pengetatan Pasokan

Sementara itu, perusahaan-perusahaan sektor swasta AS melaporkan tingkat kontraksi kegiatan yang sedikit lebih lambat pada Mei, ketika ekonomi mulai dibuka kembali, penyedia informasi yang berbasis di London IHS Markit mengatakan pada Kamis (21/5).

Indeks Komposit PMI (Indeks Manajer Pembelian) AS dari IHS Markit tercatat 36,4 pada Mei, naik dari 27,0 pada April, namun tetap menunjukkan penurunan tajam dalam aktivitas bisnis sejak pengukuran dimulai pada akhir 2009.

 "Penurunan tajam dalam aktivitas bisnis pada Mei datang di belakang rekor penurunan pada April, menambah tanda-tanda bahwa PDB diatur untuk mengalami penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal kedua," Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di IHS Markit, mengatakan dalam sebuah pernyataan. (A-2)

Baca Juga

Ist/kementan

Kementan Ajak Penyuluh dan Petani Antisipasi Krisis Pangan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:40 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengajak para petani dan penyuluh...
Ist/PGN

PGN Tandatangani Komitmen Kebijakan Penetapan Harga Gas

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:31 WIB
Penandatanganan Kesepakatan Implementasi Kepmen ESDM 89.K/ 2020 dengan pelanggan dilaksanakan di Auditorium Graha PGAS, Jakarta, Jumat...
Dok. MI

Kepercayaan Investor Membaik, Aliran Modal Asing Meningkat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:19 WIB
Bank Indonesia mengungkapkan aliran modal asing yang masuk ke pasar SBN hingga akhir Mei tercatat Rp 7,01...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya