Jumat 22 Mei 2020, 08:25 WIB

Harga Minyak Naik Lagi karena Pengetatan Pasokan 

Antara | Ekonomi
Harga Minyak Naik Lagi karena Pengetatan Pasokan 

AFP
Harga minyak naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan baru-baru ini didukung oleh penurunan persediaan AS.

 

HARGA minyak naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan baru-baru ini didukung oleh penurunan persediaan AS, pemangkasan pasokan yang dipimpin OPEC, dan pemulihan permintaan ketika pemerintah melonggarkan pembatasan virus korona pada pergerakan manusia.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik US$0,43 atau 1,28% menjadi menetap pada US$33,92 per barel di New York Mercantile Exchange. Penyelesaian ini adalah yang tertinggi sejak 10 Maret, berdasarkan pada kontrak bulan depan, menurut Dow Jones Market Data.

Sementara itu, acuan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik US$0,31 atau 1,00% menjadi ditutup pada US$36,06 per barel di London ICE Futures Exchange.

Kekhawatiran atas kelebihan pasokan mereda setelah pemotongan produksi yang dipimpin OPEC dan persediaan minyak mentah AS lebih rendah.

Baca juga: Dolar AS Naik Ditopang Data Ekonomi Positif

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni.

Sejauh ini pada Mei, OPEC+ telah memotong ekspor minyak sekitar enam juta barel per hari, menurut perusahaan yang melacak pengiriman, menunjukkan awal yang kuat dalam mematuhi kesepakatan. OPEC mengklaim pasar telah merespon dengan baik.Persediaan minyak mentah AS turun lima juta barel selama pekan yang berakhir 15 Mei, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada Rabu (20/5). Para analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan kenaikan 2,4 juta barel.

"Reli minyak mentah berjangka mulai mendekati level di mana penurunan produksi serpih AS akan mulai melambat dan mungkin berbalik ketika produsen berbiaya rendah berusaha untuk menghasilkan pendapatan," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois, seperti dikutip oleh Reuters.

Pada saat yang sama, ada bukti pulihnya penggunaan bahan bakar. Para investor juga menjadi berharap penuh atas pemulihan permintaan karena lebih banyak ekonomi mulai melonggarkan pembatasan penguncian mereka terkait virus korona. (A-2)

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Mentan SYL: Ketahanan Pangan Kunci Gerakkan Ekonomi

👤Reza Sunarya 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:25 WIB
SEKTOR pertanian menjadi solusi nyata terhadap dampak yang diakibatkan pandemi covid 19, terutama dengan melemahnya ekonomi...
DOK KEMENTAN

Wagub: Siap Dukung Mentan Jadikan Jabar Penyangga Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:15 WIB
Wagub yang sering dipanggil Kang Uu mengatakan bahwa dalam meningkatkan ekonomi, masyarakat dapat melakukannya lewat pertanian. Karena itu...
DOK KEMENTAN

Komisi IV Dukung Perbaikan Irigasi Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 19:21 WIB
Dedi mengatakan, pemerintah saat ini sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,44 triliun untuk program padat karya yang diselenggarakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya