Kamis 21 Mei 2020, 21:35 WIB

Pipa BBM Pertamina Bocor Cemari Pantai Losari

Lina Herlina | Nusantara
Pipa BBM Pertamina Bocor Cemari Pantai Losari

Istimewa
Pantai Losari, Sulsel tercemar minyak BBM dari pipa Pertamina yang bocor, Kamis (21/5)

 

SEPANJANG Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan tiga hari belakangan dilapisi minyak. Pihak Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Makassar, Kamis (21/5), baru turun meninjau apa penyebab banyaknya minyak yang menyebar sepanjang bibir pantai tersebut

Kepala DLHD Kota Makassar, Andi Iskandar pun mengaku sedang  menginvestigasi dari mana asal tumpahan minyak itu. "Nanti kalau  diketahui siapa yang bertanggung jawab, kita akan menyurat ke orang atau perusahaannya untuk tindak lajut," dalihnya.

Terpisah, Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan membenarkan jika ada pipa milik Pertamina yang bocor di Terminal BBM Pertamina Jalan Mohammad Hatta,
Makassar.

"Bocornya kemarin Rabu (20/5). Bukan dari kapal. Jadi, sebetulnya dari kemarin beberapa menit kemudian ketika setelah ada infonya. Itu kan kelihatan yah. Jadi beberapa menit kemudian di lapangan sudah langsung bertindak. Itu dengan cara kita namanya kalau dalam oil and gas itu ada namanya oil boom. Tujuannya untuk mengurung minyak," jelas Hatim, Kamis (21/5) malam.

"Kita langsung masang oil boom dan mengurung minyak di area itu. Memang ada minyak yang lolos. Tapi itupun sudah kita tanggulangi. Yang bocor itu BBM jenis low sulphur fuel oil (LSFO), sehingga jika diperairan, maka terdisversi menjadi lebih luas," sambung Hatim.

Ia juga menambahkan, sebetulnya, jika dihitung, yang bocor atau tumpah hanya sekitar 11 liter. "Cuma karena di air jadi terdisversi. Jenisnya kan LSFO," ulang Hatim.

Pihak Pertamina juga, lanjutnya sudah berkoordinasi dengan beberapa stakeholder, termsuk DLHD. "Sebetulnya kalau melihat di lapangan, itu relatif sudah clear. Memang secara visual boleh dibilang sudah tidak ada. Foto yang beredar itu hari sebelumnya. Pas kejadian. Itu memang keliatan tebal," kilah Hatim.

Tapi, per hari ini terang Hatim, kalau dilihat, sudah tidak ada minyak di perairan. "Memang masih ada sedikit filamen. Kami juga sudah mengambil sampel air laut,  untuk diperiksa di laboratorium independen untuk memastikan ada pencemaran atau tidak," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: UU Minerba Disahkan, Pimpinan DPD Didesak Kirim Nota Protes

Baca Juga

MI/Arnolduis Dhae

Bali dan Banyuwangi Sepakat Perketat Keluar Masuk Warga

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:58 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra memastikan penduduk pendatang yang berpotensi masuk ke Bali di masa-masa arus balik...
MI/Rendy Ferdiansyah

28 Pasien Covid-19 di Babel Dinyatakan Sembuh

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:34 WIB
Hingga H+3 hari raya Idul Fitri atau Selasa (26/5), jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Babel sebanyak 39 orang tersebar di 5...
ANTARA FOTO/Aji Styawan

Ganjar Perintahkan Kepala Daerah Tutup Semua Pasar

👤Akhmad Safuan 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:28 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku kecolongan dengan banyaknya kasus covid-19 ditemukan di pasar-pasar tradisional di Jawa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya