Kamis 21 Mei 2020, 20:50 WIB

Kisah Sedih Tenaga Medis yang Positif Covid-19

Akhmad Safuan | Nusantara
Kisah Sedih Tenaga Medis yang Positif Covid-19

Antara/Asprilla Dwi Adha
Petugas medis beristirahat setelah selesai melaksanakan SWAB Test di Cimanggis, Depok

 

Kisah para petugas medis dalam perjuangannya berhadapan dengan covid-19 cukup beragam. Di Jawa Tengah (Jateng), puluhan tenaga medis dari mulai dokter, perawat hingga tenaga keamanan rumah sakit harus mengalami beban berat tertular virus mematikan setelah menangani pasien positif covid-19.

Perjuangan tanpa kenal lelah dan bertaruh nyawa untuk kesembuhan pasien positif covid-19 dilakukan tanpa memikirkan diri sendiri. Namun, di sisi lain, perlakuan menyakitkan harus dialami oleh tenaga medis. Contohnya pengusiran dari tempat kos seperti yang terjadi di Surakarta atau pengucilan keluarga oleh warga kepada para medis di Blora hingga penolakan pemakaman di Swakul, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kisah Dian, pegawai bagian rekam medis di sebuah rumah sakit di Jateng cukup menyentuh hati. Dia dinyatakan positif covid-19 usai merawat pasien covid-19.

"Hari itu saya menerima seorang pasien di rumah sakit yang memiliki keluhan penyakit batuk-batuk. Saya sempat merawatnya sekitar 15 menit hingga pasien itu masuk ruang isolasi untuk perawatan," kata Dian.

Baca juga: Pelanggar PSBB yang Mengamuk di Surabaya Diproses Hukum

Kira-kira lima hari kemudian, lanjutnya, dia merasakan demam. "Suhu tubuh saya mencapai 39,9º Celsius dan tenggorokan nyeri disertai batuk yang tidak tertahan," ungkapnya.

Namun, Dian tetap memaksakan kerja seperti biasa. Hingga akhirnya, tiga hari setelah itu, dia pingsan dan pasien yang sempat kontak dengannya dinyatakan positif covid-19.

Mengetahui pasien positif covid-19, Dian melakukan pemeriksaan swab test. "Hasilnya positif covid-19 dan saya harus menjalani perawatan dan karantina. Saya syok, tapi hanya bisa pasrah," imbuhnya.

Tanpa sepengetahuan keluarga, Dian menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit hingga kemudian dinyatakan membaik.

Hingga akhirnya, Dian diminta untuk melakukan isolasi sendiri di rumah. Dian juga harus menghindari kontak dengan anak semata wayang berusia dua tahun dan keluarga lainnya. Maka, Dian memilih untuk mengisolasi diri di rumah orang tuanya
di Temanggung.

"Kangen dengan keluarga, terutama anak saya. Saya hanya bisa video call dengan anak yang saya titipkan ke mertua. Anak saya tahunya saya sedang tugas di rumah sakit," ungkap Dian.

Dian mengatakan warga tidak terlalu panik menghadapi wabah ini, tapi warga harus menjaga kesehatan dan rutin mencuci tangan serta selalu menerapkan physical distancing.

"Jaga jarak penting untuk kebaikan semuanya. Ini bukan berarti kita menjauhi orang ya," ujarnya.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, lanjut Dian, warga lebih baik menahan diri untuk bepergian, karena ini adalah cara terbaik untuk mencegah penularan covid-19.

Hal serupa juga diungkapkan Zainal Muttaqin, dokter spesialis bedah di RSUP dr Kariadi Semarang yang menjalani isolasi di Hotel Kesambi Semarang. Dia bersama 34 tenaga medis lainnya dinyatakan positif covid-19 setelah menjalani swab test.

"Saya sudah merasakan tertular covid-19 setelah menangani pasien terpapar covid-19 sebelum dilakukan test PCR," kata Zainal.

Bahkan selama lima hari sebelum dinyatakan positif covid-19, lanjutnya, dia merasa khawatir dan was-was menjadi carrier atau orang yang menularkan ke orang lain.

"Oleh karena itu, saya sempat menghubungi seluruh pasien yang saya tangani. Saya menanyai setiap pasien saya dan menyarankan mereka untuk segera ke dokter jika menjalami gejala covid-19," jelasnya.

Menurut Zainal, kunci pencegahan penyebaran covid-19 adalah isolasi mandiri, social distancing, dan physical distancing.

"Saya sempat menjalani swab test tiga kali sebelum dinyatakan negatif covid-19 dan sembuh," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/Arnold

Mulai 5 Juni ASN Bali Kerja Kembali Dalam Kenormalan Baru

👤Ruta Suryana/Arnoldus Dhae 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:25 WIB
GUBERNUR Bali Wayan Koster menyampaian kebijakan soal sistem kerja pegawai aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan kenormalan baru. Mulai...
MI/Dwi Apriani

Kemenag Sumsel: Pengembalian Uang Pelunasan Haji Hanya 9 Hari

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:16 WIB
Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat ada 198.765 jemaah haji reguler yang melunasi Bipih...
MI/Cikwan Suwandi

Jalur Alternatif di Karawang Hindari Penyekatan di Tol Japek

👤Cikwan Suwandi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:10 WIB
DALAM sepekan terakhir Jalan Badami-Loji dipadati kendaraan umum dan pribadi menuju Bekasi dan Jakarta. Jalur ini menjadi primadona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya