Kamis 21 Mei 2020, 18:15 WIB

Tugas Berat Harus Dihadapi Kementerian BUMN di Masa Pandemi

Bayu Anggoro | Nusantara
Tugas Berat Harus Dihadapi Kementerian BUMN di Masa Pandemi

MI/anggoro
Menteri negara BUMN Erick Thohir (kanan) bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mengunjungi Biofarma di Bandung, Kamis (21/5).

 

MENTERI Negara BUMN Erick Tohir mengaku kementeriannya mendapat  tugas yang berat dalam menghadapi penyebaran virus korona (covid-19). Sebab sejumlah persoalan yang ditimbulkan akibat pandemi itu harus diselesaikan oleh lembaga yang dipimpinnya.

"Penugasan di Kementerian BUMN luar biasa," kata Erick seusai menyerahkan bantuan pangan dan alat kesehatan untuk Jawa Barat, di Bandung, Kamis (21/5). Penyerahan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca juga: Langkah Cepat Kementerian BUMN Atasi Pandemi Covid-19

Erick mengatakan, pandemi covid-19 ini tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan, tetapi juga telah mengganggu stabilitas aspek lain. Beberapa di antaranya harus diselesaikan dengan campur tangan kementerian yang dia pimpin.

Sebagai contoh, Erick menyebut semua bank milik negara (BUMN) harus merestrukturisasi operasional terutama dengan memberikan relaksasi  pinjaman kepada nasabah yang ekonominya terdampak covid-19. "Sekarang saja himbara sudah merestrukturisasi (nasabah) UKM sebesar Rp90 triliun," katanya.

Relaksasi itu tentu memiliki risiko yang harus ditanggung oleh perbankan milik negara tersebut. Bukan hanya sektor perbankan, Erick pun menyebut pihaknya akan memberikan subsidi penggunaan energi terutama untuk masyarakat menengah ke bawah.

Menurutnya, PLN akan memperpanjang penggratisan tarif listrik untuk pelanggan dari kalangan menengah ke bawah. "Kemarin kami ditugaskan lagi, PLN akan menggratiskan tarif listrik 450 watt. (Penggratisan) diperpanjang sampai September," ujarnya.

Selain itu, Erick pun memastikan pihaknya akan turun tangan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan bagi masyarakat. Salah satunya dengan membeli ayam dari peternak yang saat ini harganya tengah anjlok akibat minimnya permintaan dari masyarakat.

"Ketika harga ayam tak teserap, kita ditugaskan lagi untuk beli ayam," katanya seraya menyebut pihaknya juga telah menyerap ikan dari petani yang penjualannya pun tengah lesu akibat pandemi ini.

Tidak sampai di situ, Erick menyebut sejumlah BUMN terus berupaya dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan, pengembangan vaksin, hingga pengobatan bagi pasien yang tertular covid-19.

Sebagai contoh, Erick menyebut Biofarma terus memproduksi alat rapid tes covid-19 yang lebih akurat dalam jumlah yang besar. Saat ini, alat pengetesan produksi dalam negeri itu mampu membuat 50 ribu pcr rapid tes.

Selain itu, menurutnya PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad terus memproduksi alat kesehatan untuk membantu menangani covid-19 ini. Salah satunya ventilator yang harganya jauh di bawah produk impor.

Pada kesempatan itu, Erick pun bertekad untuk menciptakan kemandirian dalam bidang medis baik terkait alat kesehatan maupun obat-obatan. Dia optimistis BUMN terkait yang ada saat ini mampu mewujudkan hal itu.  Hal itu disampaikan Erick saat meninjau Biofarma di Bandung, seusai  menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Kami sudah membongkar roadmap terbaru," katanya.

Dengan arah baru itu, lanjut Erick, nantinya setiap BUMN akan memiliki spesifikasi sehingga saling melengkapi satu sama lain. "Kimia Farma fokus ke obat-obatan berbasis kimia. Biofarma berbasis vaksin, dan lain-lain. Indofarma akan fokus ke herbal," katanya.

Dia memastikan pengklasifikasian ini penting karena sektor kesehatan harus menjadi prioritas. "Kemarin kita sudah paparan ke Presiden. Industri kesehatan ini jadi prioritas ke depan," ujarnya.

Direktur Utama Biofarma Honesty Basyir mengatakan, saat ini pihaknya mampu memproduksi 50 ribu alat tes pcr per pekan. "Akhir Mei mampu produksi 100 ribu," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga tengah mengembangkan proses pengobatan covid-19 dengan melalui terapi plasma. Dengan cara, dia optimistis pasien yang telah dinyatakan positif tepapar virus korona akan sembuh.

"Plasma darah dari satu pasien yang sembuh akan diberikan, one to one," ucapnya. Saat ini, pihaknya tengah menangani 16 pendonor plasma.

"Kalau hasilnya baik, ada beberapa rumah sakit yang tergabung untuk menerapkan pengobatan terapi plasma, yang dikomandoi oleh litbangkes," katanya.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis dengan kemampuan dalam negeri dalam untuk menopang kemandirian kesehatan. Dia menyontohkan, penelitian dari Universitas Padjajaran dan ITB mampu menciptakan alat rapid tes yang lebih baik dibanding produk impor.

Dia menyebut, alat rapid tes buatan Tiongkok tidak spesifik mendeteksi covid-19 karena hanya mengecek antibodi. "Kalau rapid tes buatan Unpad dan ITB, dia antigen, spesifik mengetes tanduk covid yang protein. Mereka akan produksi ratusan ribu bulan depan," katanya.

Oleh karena itu, Emil berharap adanya sinergitas antara BUMN dengan BUMD dalam mencapai kemandirian tersebut. "Pada prinsipnyak kami menyambut baik, kami ingin bersinergi dengan BUMN untuk kemandirian bangsa," katanya. (BY/A-1)

Baca Juga

ANTARA

Bantuan Sosial Tunai II sudah di Kantor Pos

👤MI 🕔Jumat 29 Mei 2020, 02:10 WIB
SEBELUM Lebaran, Kementerian Sosial sudah menuntaskan penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) tahap...
ANTARA

Rapid Test Massal Digencarkan

👤MI 🕔Jumat 29 Mei 2020, 01:45 WIB
PEMERINTAH daerah terus berupaya memutus rantai penularan virus korona baru atau...
ANTARA

Surabaya dalam Bahaya Korona

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 29 Mei 2020, 01:15 WIB
TINGKAT penularan virus korona baru atau covid-19 di Kota Surabaya, Jawa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya