Kamis 21 Mei 2020, 15:15 WIB

Masyarakat Harus Disiplin agar Upaya Tenaga Medis Tak Percuma

Lilik Darmawan | Humaniora
Masyarakat Harus Disiplin agar Upaya Tenaga Medis Tak Percuma

Antara
Masyarakat harus lebih disiplin agar wabah Covid-19 segera berlalu, gunakan masker saat keluar rumah.

 

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat untuk lebih disiplin, karena proses pengobatan bagi pasien Covid-19 cukup lama dan menelan biaya besar. Jika membayar sendiri dan tidak ada bantuan pemerintah, maka seorang pasien dapat menghabiskan Rp30 juta hingga Rp50 juta.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang BanyumAs Nugroho Harbani mengungkapkan bahwa seorang pasien positif Covid-19 membutuhkan cukup waktu untuk pulih dan merepotkan. "Bagi masyarakat yang tidak peduli, tanyakan kepada keluarga yang positif Covid-19. Betapa repot dan proses pengobatannya memakan waktu yang lama, sampai dua minggu," kata Nugroho kepada Media Indonesia, Kamis (21/5).

Nugroho meminta kepada masyarakat untuk untuk menahan diri pergi ke mal dan pusat perbelanjaan. Apalagi kalau sampai mengajak putra putrinya. "Sebab, kita tidak pernah tahu siapa di antara pengunjung yang positif Covid-19 yang tisak memiliki gejala atau OTG. Dan prosentasenya diperkirakan cukup besar. Lebih baik kalau ingin membeli sesuatu cukup secara daring saja," imbau dia.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk merawat dan proses pengobatan seorang pasien positif Covid-19 membutuhkan dana tidak sedikit, mencapai Rp30 juta hingga Rp50 juta per orang. "Bayangkan kalau itu tidak di-support oleh pemerintah. Apalagi alat pelindung diri (APD) juga terbatas. Padahal tenaga medis juga tidak hanya mengurus Covid-19, melainkan juga pasien lain seperti gagal ginjal, stroke, dan lainnya. Jadi, kami hanya mohon kepada masyarakat untuk patuh. Selalu mengenakan masker jika bepergian dan jaga jarak kalau ada di tempat umum," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan dalam penanggulangan Covid-19. "Kami para tenaga kesehatan sudah bekerja keras selama tiga bulan. Baik melakukan sosialisasi  pencegahan, merawat yang sakit, melakukan tracing dan trekking dan lainnya. Sampai sekarang Covid-19 belum berakhir, kasus positif masih bertambah, meski yang sembuh juga makin banyak. Karena itulah, kami  mohon kepada masyarakat untuk disiplin dan mengikuti arahan pemerintah," tegas Sadiyanto.

Ia mengungkapkan bahwa kerja keras yang dilaksanakan oleh tenaga medis hampir membuahkan hasil. Namun masyarakat juga harus mendukung. Antara lain dengan mengenakan masker, tidak keluar rumah, menghindari kerumunan dan lainnya. Tanpa dukungan masyarakat, usaha dan kerja keras ti medis akan sia-sia. (OL-13)

Baca Juga: Pelindo III Tanjung Wangi Banyuwangi: Aktivitas Kapal Turun 30%

 

Baca Juga

123rf.com

Kabupaten Mabar Catat Transmisi Lokal Pertama Covid-19

👤John Lewar 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:10 WIB
PASANGAN suami istri (pasutri) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dinyatakan positif mengidap virus korona atau Covid-19. Hal ini menjadi...
MI/M Irfan

Dua Prajurit ini Pakai THR untuk Bagikan Sembako ke Warga Nelayan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 19:52 WIB
"Melihat pandemi covid-19 memukul masyarakat dan membuat kehidupan rakyat menjadi sulit, keduanya tergerak untuk membantu," kata...
Antara

Mahfud MD Ungkap Ada Dokter di Pulau Galang belum Terima Insentif

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 05 Juni 2020, 19:18 WIB
Karena mesti diteliti satu per satu dan memastikan agar tidak salah alamat, urusan administrasi menyebabkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya