Kamis 21 Mei 2020, 14:14 WIB

Spanyol Perpanjang Karantina Meskipun Diprotes

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Spanyol Perpanjang Karantina Meskipun Diprotes

OSCAR DEL POZO / AFP
Warga melakukan protes mendesak agar pemerintah spanyol mengakhiri kebijakan karantina di Madrid, Spanyol.

 

PERDANA Menteri Spanyol Pedro Sanchez memenangi dukungan parlemen untuk memperpanjang kebijakan lockdown selama dua minggu, Rabu 920/5), meskipun ada tentangan dari para lawannya dan protes terhadap pemerintah koalisi minoritasnya.

Perpanjangan itu adalah kelima kalinya keadaan darurat telah diperbarui, yang berarti pembatasan akan tetap berlaku sampai 6 Juni. Aturan disahkan oleh 177 suara yang mendukung, 162 menentang, dan 11 abstain.

Langkah itu telah memungkinkan pemerintah untuk memberlakukan pembatasan ketat terhadap hampir 47 juta penduduk Spanyol, secara signifikan membatasi kebebasan bergerak untuk memerangi epidemi yang kini telah merenggut 27.888 jiwa.

Namun manajemen krisis pemerintah telah menuai kecaman dari lawannya, partai-partai sayap kanan, yang mengecam lockdown. Sementara beberapa ratus pemrotes telah turun ke jalan menuntut ‘kebebasan’ dan pengunduran diri Sanchez.

"Sesungguhnya orang-orang Spanyol yang telah menghentikan (penyebaran) virus bersama-sama ... tidak ada yang memiliki hak untuk menyia-nyiakan apa yang telah kami capai selama minggu-minggu panjang kurungan ini," kata Sanchez kepada anggota parlemen.

Protes jalanan telah didukung oleh Vox sayap kanan dan oposisi sayap kanan utama People's Party (PP) pimpinan Pablo Casado tidak berbasa-basi dalam debat sebelum pemilihan.

"Anda adalah lambang kekacauan dan hal terburuk adalah Anda tidak dapat melindungi rakyat Spanyol tanpa menjalankan kurungan brutal ini," ujar Casado.

Tetapi pemerintah mengatakan keadaan darurat 14 Maret telah memungkinkan upaya memerangi epidemi dan secara dramatis mengurangi jumlah kematian setiap hari. Pada Rabu lalu, jumlah kematian turun menjadi 95--jauh berbeda dari 950 yang terdaftar pada 2 April.

Tetapi Sanchez mengatakan pertarungan belum berakhir dan, kata dia, “Memperpanjang pembatasan adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk secara efektif memerangi virus.” Ia mengingatkan masih ada ratusan kasus baru setiap hari.

Mulai Kamis, warga Spanyol wajib mengenakan masker di tempat umum tempat jarak sosial tidak memungkinkan, kata para pejabat, Rabu.

Sudah diwajibkan sebelumnya untuk transportasi umum, keputusan baru ini berlaku untuk semua orang yang berusia enam tahun ke atas.

Terlepas dari protes antipemerintah, sebuah survei yang diterbitkan, Selasa lalum, oleh Center for Sociological Studies yang dikelola negara menunjukkan 95% orang Spanyol mendukung lockdown dan 60% percaya itu harus diperpanjang. (France 24/OL-4)

Baca Juga

MI/cahya

Tegang dengan Jepang, Korsel Gelar Latihan Pertahanan di Dokdo

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:19 WIB
Korsel melakukan latihan militer tahunan di dan sekitar pulaunya yang paling timur, Dokdo, awal pekan ini. Aksi ini datang di tengah...
AFP/Manjunath Kiran

Pekan Depan, India Buka Lagi Mal dan Perkantoran

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 05 Juni 2020, 18:26 WIB
Kementerian Kesehatan India  telah meminta semua instansi untuk memastikan sanitizer ditempatkan di pintu masuk dan mematuhi aturan...
AFP/Narinder Nanu

Kasus Covid-19 di India Melonjak, 273 Kematian dalam Sehari

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 05 Juni 2020, 18:25 WIB
Saat pemerintah bersiap melonggarkan kebijakan lockdown, India mencatatkan penambahan 9.851 kasus baru covid-19 dalam 24...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya