Kamis 21 Mei 2020, 13:13 WIB

RT-PCR Bio Farma Hasil Kolaborasi Konsorsium Riset dan Inovasi

mediaindonesia.com | Humaniora
RT-PCR Bio Farma Hasil Kolaborasi Konsorsium Riset dan Inovasi

DOK BIO FARMA

 

Bio Farma sebagai induk holding BUMN Farmasi, meluncurkan produk lifescience, berupa Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Peluncuran ini dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo, dalam acara Kebangkitan Inovasi Nasional, untuk melawan Covid-19, bersama dengan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional RI Bambang Brodjonegoro, disaksikan oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’aruf Amin, dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju.

Selain RT-PCR hasil produksi Bio Farma, dalam acara yang sekaligus untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2020, ada delapan produk lainnya yang turut diluncurkan untuk melawan Covid-19 yang sudah menjadi pandemi global sejak Maret 2019 yang lalu. Semua produk ini, merupakan hasil kolaborasi triplex helix antara Pemerintah, Industri, dan dunia Pendidikan.

RT-PCR yang Bio Farma hasilkan, merupakan hasil kolaborasi dalam nuansa kegotong-royongan dalam Gerakan Indonesia Pasti Bisa dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR) yang dimotori oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dalam sambutannya, Joko Widodo menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19, dan hari ini karya nyata yang konkrit. “Hari ini merupakan momentum baru bagi kebangkitan bangsa kita, dan kebangkitan sains dan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan,” ujar Joko Widodo.

Sementara itu, dalam pidato pembukaan oleh Bambang Brodjonegoro, dia mengatakan dalam keadaan wabah pandemi Covid-19 Kemenristek /BRIN ingin menjadi bagian dari solusi penanganan wabah ini, riset, dan inovasi berperan penting dalam menanggulangi wabah ini oleh karena itu sejak awal Maret 2020, Kemenristek/BRIN menjadi solusi penanganan telah membentuk konsorsium yang beranggotakan Kementerian, Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Industri.

“Saya berharap produk-produk riset dan inovasi yang hari ini diluncurkan dapat menandai kebangkitan inovasi Indonesia. Sebagai kordinator Riset dan Inovasi Nasional, Kemeristek/BRIN selalu mendorong lahirnya berbagai inovasi bangsa Indonesia yang memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, Kegiatan dalam konsorsium yang berkaitan Covid-19 ini akan berkaitan dengan empat aspek penelitian. Yaitu Pencegahan, Screening dan Diagnosis, pengembangan obat dan terapi, serta pengembangan alat kesehatan dan alat pendukungnya.

Direktur Pemasaran, Penelitian, dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki mengatakan, Produk Bio Farma berupa RT-PCR kit masuk dalam kategori screening dan diagnosis, yang memiliki fungsi untuk mendeteksi virus Sars Cov2 penyebab Covid-19 yang merupakan gold standar dalam pemeriksaan Covid-19.

“Bio Farma tergabung dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR) (TFRIC19) bersama Nusantics dan BPPT dan mendapatkan dukungan dari Gerakan Indonesia Pasti Bisa. Tugas dari Bio Farma adalah untuk melakukan validasi, registrasi, produksi, dan juga distribusi. Produk ini merupakan hilirisasi dari peneltian yang merupakan hasil kolaborasi dan inovasi. Dan pada 5 Mei 2020, sudah mendapatkan Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan,” ujar Sri Harsi.

Untuk tahap awal, RT-PCR ini, akan diproduksi sebanyak 100 ribu kit, sampai dengan akhir Mei 2020. Dan jumlah tersebut akan didonasikan kepada BNPB untuk kemudian didistribusikan kepada laboratorium yang berada di 45 lokasi. Setelah pendonasian selesai, maka akan dilakukan tahap komersialisasi.

Sampai dengan saat ini, sudah 16 lab yang menerima donasi dari Bio Farma, berdasarkan rekomendasi dari BNPB dan Kementerian Kesehatan, berdasarkan peta epidemiologi dengan prinsip 3T (Tepat Laboratorium, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu). Hal lain yang harus terpenuhi dari laboratorium  adalah sudah memenuhi standar teknis. Antara lain  memiliki fasilitas Bio Safety Level (BSL) 2, PCR Open System, dan sudah pernah melakukan analisa sampel Covid-19.

Keunggulan yang dimiliki dari RT PCR ini adalah memiliki spesifiksitas yang tinggi, hampir 100% untuk mendeteksi Covid-19 karena didesain oleh target gen sesuai sequence virus yang ada Indonesia. Keunggulan kedua RT PCR ini didesain untuk open system PCR sehhingga bisa digunakan di mesin PCR manapun.

Keunggulan berikutnya adalah sudah menerapkan GDP (Good Distribution Process) sesuai dengan Rekomendasi dari WHO, di mana dalam pengantaran suhunya mengikuti prinsip sistem rantai dingin/cold chain system, seperti distribusi vaksin pada umumnya. Dan yang tidak kalah penting, adalah harga yang ditawarkan saat komsersialisasi, akan terjangkau. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Hati-hati, Wilayah Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Lebat

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:46 WIB
Wilayah Jabodetabek bakal diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sepanjang sore ini hingga mala...
Dok. BNPB

Hari ini, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 7.637 Orang

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:31 WIB
Hari ini, jumlah pasien covid-19 yang sembuh di Indonesia menjadi 7.637 orang setelah ada penambahan 329 orang yang dinyatakan...
MI/Ramdani

2.498 Pasien di RSD Wisma Atlet Dipulangkan

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:13 WIB
Sebanyak 2.498 pasien covid-19 telah sembuh dan dipulangkan dari Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kamayoran, Jakarta sejak 23 Maret-1...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya