Kamis 21 Mei 2020, 11:55 WIB

Trump Salahkan Tiongkok Atas Pembunuhan Massal di Seluruh Dunia

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump Salahkan Tiongkok Atas Pembunuhan Massal di Seluruh Dunia

AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, (20/5), kembali mengecam Tiongkok atas merebaknya pandemi virus covid-19. Ia menyalahkan Beijing atas ‘pembunuhan massal di seluruh dunia’.

Cuitan Trump adalah retorika terbaru dari Gedung Putih. Trump membuat serangan terhadap Beijing sebagai pusat dari upaya pemilihan ulang November.

"Itu karena 'ketidakmampuan Tiongkok’, dan tidak ada yang lain, yang melakukan pembunuhan massal di seluruh dunia ini," ujar Trump.

Virus covid-19 pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok, Desember lalu dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Hingga kini, virus covid-19 sudah menewaskan lebih dari 323.000 orang, menurut penghitungan terakhir, hingga memicu kerusakan ekonomi yang sangat besar.

Gedung Putih, tanpa menawarkan bukti sejauh ini, juga menyebut virus tersebut berasal dari laboratorium dan secara tidak sengaja bocor.

Trump mengatakan berulang kali akan membuat ancaman balasan, tapi tidak jelas, terhadap saingan utama ekonomi AS.

Dia juga mengancam akan menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas apa yang dia katakan bias ke Tiongkok dan menutupi tingkat penyebaran virus covid-19.

Keretakan diplomatik kian intens bahkan setelah Trump merayakan gencatan senjata dalam perang dagangnya dengan Tiongkok, terutama saat banyak pujian datang bagi Xi Jinping.

Baca juga: WHO Khawatir, Jumlah Kasus Covid-19 Harian Catat Rekor Tertinggi

Kemarahan juga merebak di Tiongkok. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian sebelumnya memprovokasi kemarahan Washington dengan mempromosikan teori konspirasi virus pertama kali dibawa ke Tiongkok oleh militer AS.

Selama panggilan telepon dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Xi Jinping juga tampaknya menyerang Amerika Serikat.

"Xi menekankan Tiongkok menentang tindakan yang mengganggu kerja sama antiepidemi internasional dan membahayakan upaya dunia dan terutama negara-negara berkembang dalam memerangi pandemi," lapor kantor berita negara Xinhua.

"Tiongkok bersedia untuk terus bekerja dengan komunitas internasional, termasuk Bangladesh, untuk mendukung peran kepemimpinan WHO, mempromosikan kerja sama pencegahan dan pengendalian bersama internasional, dan menjaga keamanan kesehatan masyarakat global," kata Xi. (CNA/OL-14)

Baca Juga

MI/ Ramdani

Perawat Indonesia Wafat di Kuwait akibat Korona

👤Rudy Polycarpus 🕔Senin 25 Mei 2020, 23:00 WIB
"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas kematian salah satu frontliners perawat Indonesia. Beliau juga aktif dalam...
AFP

Juli, Spanyol Izinkan Turis Asing Masuk

👤Ant 🕔Senin 25 Mei 2020, 20:01 WIB
Pemerintah  berencana mencabut aturan wajib karantina 14 hari bagi pendatang dari luar negeri dalam beberapa pekan ke...
INSTAGRAM/kbridsm

Berbagi Keceriaan Idulfitri untuk WNI di Tanzania

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 14:00 WIB
Duta Besar RI Dar es Salaam Prof. Dr. Ratlan Pardede berharap Idulfitri tahun ini tidak kehilangan makna karena keterbatasan yang ada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya