Kamis 21 Mei 2020, 11:35 WIB

WHO Khawatir, Jumlah Kasus Covid-19 Harian Catat Rekor Tertinggi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
WHO Khawatir, Jumlah Kasus Covid-19 Harian Catat Rekor Tertinggi

AFP
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatin, Rabu (20/5), tentang meningkatnya jumlah kasus virus korona baru (covid-19) di negara-negara miskin, bahkan ketika banyak negara kaya mulai melonggarkan lockdown.

Badan kesehatan global mengatakan 106.000 kasus baru infeksi covid-19 tercatat dalam 24 jam terakhir, terbesar dalam satu hari sejak wabah merebak.

"Kita masih meniti jalan panjang dalam menghadapi pandemi ini," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers. 

"Kami sangat prihatin dengan meningkatnya kasus di negara berpenghasilan rendah dan menengah."

Sementara kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan, memperingatkan, "Kita akan segera mencapai tonggak tragis 5 juta kasus."

WHO mendapat kecaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menuduh organisasi kesehatan dunia tersebut telah salah menangani wabah dan mendukung Tiongkok, asal virus itu diyakini muncul akhir tahun lalu. Minggu ini Trump mengancam akan menarik AS dari WHO dan secara permanen menahan pendanaan.

Tedros mengakui telah menerima surat dari Trump, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Baca juga: 8 Virus Mematikan ini Berasal dari Tiongkok? Ini Faktanya

Tedros mengatakan dia telah lama mencari sumber pendanaan lain untuk WHO, dengan mengatakan anggarannya sebesar US$2,3 miliar ‘sangat, sangat kecil’ untuk sebuah agen global, setara sekitar anggaran rumah sakit berukuran sedang di negara maju.

Sekjen WHO mengatakan dia berkomitmen untuk pertanggungjawaban dan akan melakukan peninjauan atas respons terhadap pandemi. Ulasan semacam itu dituntut oleh negara-negara anggota dalam resolusi minggu ini yang disahkan dengan konsensus, meskipun Amerika Serikat menyatakan keberatan tentang beberapa elemennya.

"Saya mengatakan berulang kali WHO menyerukan akuntabilitas lebih dari siapa pun. Itu harus dilakukan dan ketika itu dilakukan harus komprehensif," kata Tedros mengenai ulasan tersebut, sementara menolak mengatakan kapan peninjauan akan dimulai.

Ryan menambahkan penilaian semacam itu biasanya dilakukan setelah keadaan darurat selesai.

Obat malaria

Dalam komentar yang selanjutnya dapat mengganggu Trump, Ryan, mengatakan orang harus menghindari penggunaan obat malaria hydroxychloroquine untuk pengobatan atau pencegahan infeksi covid-19, kecuali sebagai bagian dari uji klinis untuk mempelajarinya.

Trump sebelumnya mengakui dia sedang mengonsumsi hydroxychloroquine untuk mencegah infeksi covid-19.

"Pada tahap ini, (baik) hydroxychloroquine atau chloroquine belum terbukti efektif dalam pengobatan covid-19 atau dalam profilaksis untuk tidak terserang penyakit ini," kata Ryan.

"Sebenarnya, peringatan itu telah dikeluarkan oleh banyak pihak berwenang mengenai potensi efek samping dari obat tersebut." (CNA/A-2) 

 

Baca Juga

AFP/YURI KADOBNOV

Rusia Laporkan 101 Tenaga Medis Meninggal akibat Korona

👤Widhoroso 🕔Rabu 27 Mei 2020, 02:15 WIB
Berdasar situs Remembrance List yang diluncurkan April lalu, angka kematian petugas medis akibat korona jauh di atas angka yang diumumkan...
AFP

Jepang Cabut Status Darurat Covid-19

👤MI 🕔Rabu 27 Mei 2020, 01:40 WIB
PERDANA Menteri Jepang Shinzo Abe mencabut status keadaan darurat yang diberlakukan secara nasional untuk melawan virus...
AFP

Dunia Diminta Waspadai Puncak Kedua Korona

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Mei 2020, 01:15 WIB
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (25/5) mengatakan bahwa negara-negara yang mengalami penurunan kasus infeksi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya