Kamis 21 Mei 2020, 08:10 WIB

Astrid Kirchherr, si Cantik di Balik Rambut Poni The Beatles

Adiyanto | Weekend
Astrid Kirchherr, si Cantik di Balik Rambut Poni The Beatles

AFP/ULRICH PERRE
Mendiang Astrid Kirchherr

THE Beatles tidak cuma membawa perubahan dalam tata musik dunia, melalui rock n' roll yang mereka mainkan. John Lennon dkk juga memengaruhi industri fesyen, melalui gaya rambut berponi (mop top) maupun busana yang mereka kenakan, seperti jas maupun sepatu bot pantofel.

Salah seorang yang ikut andil dalam hal ini adalah Astrid Kirchherr. Fotografer perempuan asal Jerman inilah yang mendandani gaya rambut Lennon dkk, persis seperti potongan rambutnya yang dipangkas pendek berponi.

Ketika itu, di awal 60-an, The Beatles masih ngamen di kafe-kafe kecil di seputaran Hamburg, Jerman. Penonton mereka hanyalah segelintir pemabuk dan pelacur. Anggota band saat itu masih berlima, John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, yang memainkan gitar, Pete Best sebagai drummer, serta Stuart Sutcliffe pada bas.

Pada suatu malam di bulan Oktober 1960 Astrid diajak pacarnya Klaus Voormann dan rekan mereka, Jürgen Vollmer, datang ke Kaiserkeller, sebuah bar kumuh di distrik lampu merah Hamburg. Malam sebelumnya, Voormann, seorang penggemar jazz yang tidak pernah nonton pertunjukan rock n'roll, terpesona aksi panggung The Beatles. Dia bermaksud mengajak pacarnya itu untuk melihat langsung penampilan Lennon dkk.

Namun, Astrid yang fotografer dan juga seniman desain, justru melihat sesuatu yang lain dari band asal Liverpool, Inggris tersebut. "Saya kagum melihat betapa kerennya mereka," katanya dalam suatu kesempatan seperti dikutip The Guardian. Selasa (19/5). "Itu adalah mimpi seorang fotografer, mimpi saya," katanya lagi.

Kala itu, Astrid baru saja menyelesaikan studi fotografi di College of Design and Fashion di Hamburg, di mana mentornya adalah Reinhart Wolf, yang kemudian menjadi fotografer arsitektur terkenal. Setelah lulus, Astrid bekerja sebagai asistennya, tetapi minatnya tetap pada arsitektur wajah manusia.

Sebagai fotografer, Astrid yang berpenampilan tomboy sangat percaya diri di dunia yang didominasi pria. Sebagai seorang modernis, ia memotret subjeknya dalam warna monokrom. Dia bersikeras bahwa fotografi serius pada dasarnya adalah media hitam putih. "Dia selalu bekerja dengan tripod dan selalu ingin memberi arahan pada model yang dipotretnya," kenang Voormann.

Prinsip kerjanya itu terbukti keren ketika dia memotret The Beatles di sebuah pasar malam Hamburg yang kosong dan terabaikan. Foto itu ia buat hanya beberapa hari setelah pertama kali bertemu Lennon dkk.

The Beatles kala itu akrab dengan kehidupan malam Hamburg, bergaul dengan para pemabuk dan berbagi kamar kumuh di lingkungan itu. Pikir Astrid, "sedikit kekotoran" lokasi cocok untuk lokasi pemotretan. Dan, dia benar.  Di foto itu, personel The Beatles tampak seperti sekelompok berandalan bergitar. Macho.

Pada sesi pemotretan awal itu, Astrid bekerja tanpa asisten. Ia mengatur sendiri bagaimana Lennon dkk harus bergaya menatap kamera, meskipun saat itu bahasa Inggris-nya belum sempurna.

Kisah Cinta

Sejak itu , Astrid karib dengan band tersebut, bahkan berpacaran dengan salah seorang personelnya, Stuart Sutcliffe. Selain sebagai fotografer, Astrid pula yang menata rambut personel tersebut, yang disebut gaya mop top, potongan rambut pendek berponi seperti gaya dia dan pacar dia sebelumnya. Astrid pula yang menyuruh Lennon dkk mengenakan jas di atas panggung.

Sayang, Stu yang juga seniman eksistensialis, hanya dua tahun bersama The Beatlles. Dia yang bersekolah seni di Liverpool bersama Lennon itu, memutuskan hengkang karena ingin menyalurkan bakat melukis dan mendapat beasiswa sekolah seni di Hamburg.

The Beatles pun kembali ke Inggris dan kemudian jadi terkenal ke seantero dunia dengan personel Lennon, McCartney, Harrison, dan Ringo Starr (menggantikan Pete Best). Sedangkan Stu tetap tinggal di Jerman dan hidup bersama Astrid.

Pasangan ini mulai keluyuran menyambangi sejumlah galeri seni di Hamburg dan melukis bersama. Sayang, hubungan mereka hanya bertahan dua tahun. Pada 1962, Stu meninggal mendadak karena pendarahan otak, di usianya yang baru menginjak 21 tahun. Astrid pun nelangsa.

Sepeninggal Stu, Astrid tetap berteman dengan The Beatles. Dia bahkan diajak pergi berlibur bersama di Paris, tepat setelah single pertama The Beatles meledak di Inggris. Astrid pula yang mengambil foto-foto band itu yang kemudian muncul di film A Hard Day's Night

Astrid menikah dua kali, salah satunya dengan Gibson Kemp, musikus Liverpool yang juga punya koneksi dengan The Beatles. Namun, dua pernikahan tersebut berakhir berantakan.

Di masa tuanya, Astrid bekerja sebagai penata gaya, desainer interior, dan membuka studio foto di Jerman. Pekan lalu, (tepatnya pada 16 Mei 2020), perempuan cerdas kelahiran Hamburg, 81 tahun silam itu, wafat dalam kesendiriannya.

"Cerdas, inspirasional, inovatif, berani, artistik, cantik, penuh kasih, dan selalu solider pada teman. Sumbangsih dia untuk The Beatles tak ternilai," cuit Mark Lewisohn di Twiiter. Salah satu penulis buku biografi The Beatles inilah yang pertama kali mengabarkan kepergian Astrid.

Astrid memang tidak meninggalkan keturunan dari dua kali pernikahannya, tapi ia telah mewariskan jejak yang teramat berharga bagi dunia, melalui karya-karyanya. Selamat jalan cantik. (M-4)

Baca Juga

Unsplash/ Roberto Valdivia

Dianggap Atasi Cemas, Studi Tunjukkan Ganja Berakibat Sebaliknya

👤Fathurrozak 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:30 WIB
Konsumsi ganja yang mengandung tetrahidrokanabinol (THC) berkonsentrasi tinggi secara rutin, justru dapat menyebabkan meningkatnya...
Unsplash/Mimi Thian

Agar Stres WFH Tidak Berlanjut ke Risiko Stroke

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 03 Juni 2020, 15:30 WIB
Risiko stres tetap mengintai saat WFH terutama karena makin kaburnya batasan antara jam kerja dengan waktu...
 Jeroen JUMELET / ANP / AFP

Beberapa Museum Terkenal di Eropa Kembali Beroperasi

👤Bagus Pradana 🕔Rabu 03 Juni 2020, 12:15 WIB
Kapel Sistine dan Museum Vatican pun mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Namun, mereka diwajibkan menaati protokol khusus sebelum...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya