Rabu 20 Mei 2020, 20:45 WIB

Industri Kecantikan Butuh Kreativitas di Tengah Pandemi Covid-19

Irvan Sihombing | Ekonomi
Industri Kecantikan Butuh Kreativitas di Tengah Pandemi Covid-19

dok. Pribadi
Pemilik Bisnis Kecantikan Irenen Ursula

 

SELURUH sektor usaha mengalami dampak yang cukup signifikan di tengah pandemi global covid-19, termasuk industri kecantikan.

Pemilik bisnis kecantikan Beauty Hall Irene Ursula mengatakan, diperlukan kreativitas pelaku bisnis kecantikan untuk bisa bertahan di tengah pandemi covid-19, terutama saat tidak bisa menjangkau pasar secara fisik.

Salah satunya menurut pebisnis yang tahun lalu meluncurkan jenama brand) lokal terbaru Somethinc itu, ialah dengan menjaga keterhubungan dengan konsumen melalui penjualan daring memanfaatkan jaringan perdagangan elektronik (e-commerce).

"Sales kami lumayan stabil bahkan cenderung naik selama pandemi virus corona Covid-19. Toko offline kami memang harus tutup, namun ecommerce beauty kami tetap berjalan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Konsistensi menyalurkan produk ke pasar dan selalu terhubung dengan pasar lewat berbagai medium, lanjut Irene, menjasi salah satu kunci sukses industri kecantikan tetap mendapatkan pangsa pasar di tengah pandemi.

Di sisi lain, passion atau motivasi dalam menggeluti bisnis kecantikan juga terus dipertahankan agar bisa selalu melihat peluang pasar di tengah kondisi sulit

Baca juga : Menaker: Angka Pengangguran Sudah Bisa Ditekan Sebelum Pandemi

"Kami mengerjakan ini semua dengan passion, rasa senang, & kepuasan. Ini sebetulnya tidak hanya berlaku untuk bidang beauty saja, tapi usaha di bidang lain pun sama kurasa," tutur Irene. 

Sementara itu, Beauty Hall yang telah dirintis oleh Irene sejak 2014, telah memiliki rencana ekspansi usai pandemi berakhir. Diantranya mendatangkan jenama baru yang telah lolos kurasi seperti GRWM Beauty, Simplistic, Isntree, & Cell-T.

"Pekerjaan rumah kami masih banyak. Salah satunya, masih banyak customer yang belum teredukasi dengan baik. Seperti mudah termakan iklan yang menampilkan sisi ketidakrealistisan. Jadi PR kita sebagai e-commerce gak cuma soal uang, tapi juga edukasi yang benar," lanjut Irene. 

Beauty Haul Indonesia sejauh ini memiliki tiga jenama unggulannya, yakni Somethinc, SKIN1004, & First lab Probiotic.

3 jenama ini juga yang sukses membuat antrean mengular saat JakartaXBeauty 2019 , SurabayaXBeauty2019, & setiap pameran beauty exhibition yang mereka ikuti dimanapun.

"Kami tidak berfokus soal dana & margin, tapi sangat strict terhadap  keseriusan brand & kualitasnya. Kami tidak akan pernah mengorbankan trust dari customer loyal kami hanya untuk keuntungan semata," tandasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

DOK PGN

PGN Grup Tandatangani LOA Tahap II dengan Produsen Gas Bumi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:32 WIB
Dalam agenda ini, turut menyaksikan Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas, perwakilan KKKS, dan perwakilan...
Antara/Hafidz Mubarak A

Pemerintah Harus Lebih Terbuka Soal Detil Kebijakan Anggaran PEN

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:03 WIB
Pemerintah seharusnya lebih terbuka terkait penambahan anggaran beserta pengalokasiannya dalam penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan...
ANTARA

Ini Penjelasan Dirjen Pajak Soal Pungutan PPN untuk Netflix Cs

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:10 WIB
Perusahaan penghasil barang maupun jasa itu hanya dapat memungut pajak PPN bila sudah ditetapkan sebagai pemungut PPN oleh pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya