Rabu 20 Mei 2020, 17:00 WIB

Petugas Pengawasan PSBB Ketiga Jakarta Diperbanyak

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Petugas Pengawasan PSBB Ketiga Jakarta Diperbanyak

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Pengendara sepeda motor melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (3/5).

 

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan ada penambah petugas untuk mengawasi arus keluar masuk kendaraan selama pembatasan sosial berskala besar tahap ketiga, yang diperpanjang hingga 4 Juni mendatang.

Selama ini, ada 1. 500 personel Dishub yang berjaga mengawasi setiap shift-nya. Seiring diterbitkanya Peraturan Gubernur (Pergub) No 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar Dan/Atau Masuk Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, maka penjagaan akan lebih ketat.

Baca juga: Lusa, Kendaraan yang Nekat Mudik Keluar Kota Bakal Diderek

"Akan ada tambahan dari petugas dari Satpol PP juga. Itu di 12 titik yang menjadi lokasi pemantauan pelanggaran arus keluar masuk," jelas Syafrin di Gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5).

Menurutnya, titik-titik penjagaan tersebut berada dijalan arteri di batas wilayah Administrasi DKI Jakarta seperti di Kalimalang, Jalan Raya Bogor, Jalan raya Bekasi, Lenteng Agung di Pasar Jumat atau pos polisi Kamal atau di Kalideres. Lalu, pengawasan ketat lainnya ada dua di tol yang mengarah keluar Jakarta, yakni di Tol Cikarang Barat, di tol Tangerang-Merak di Cikupa. Selain mengawasi di perbatasan Jakarta, Syafrin menuturkan, pihaknya berjaga dititik yang dipadati kendaraan selama PSBB.

"Memang di waktu-waktu tertentu yang cukup padat seperti contoh di Semanggi, Bundaran Senayan, juga di Tugu Tani. Di Jalan Suprapto itu karena ada pembangunan underpass di jalan Senen Raya ya. Sehingga kepadatannya sampe ke ujung Suprapto tapi prinsipnya dari aspek traffic di sana cukup normal," jelas Syafrin.

Dishub juga melakukan pengendalian lalin dengan memonitoring ATCS (Area Traffic Control System). Pada saat di suatu simpang jalan terjadi kepadatan kendaraan, maka dilakukan prioritas green light di kaki simpang yang padat agar terjadi kelancaran arus lalu lintas.

"Setelah itu kita kembalikan normal kepada pengaturan traffic light. Jadi, monitoring di MOC sistem pengendalian lalu lintas DKI itu 1x24 jam dan kita bisa memantau begitu ada kepadatan, pola itu yg kita lakukan," tandas Syafrin. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/Risky Andrianto

8 Juni, Nikita Mirzani Hadapi Tuntutan Kasus Dugaan Penganiayaan

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:24 WIB
Dalam persidangan tersebut, Nikita membeberkan fakta mengapa penganiayaan yang dilaporkan oleh Dipo...
ANTARA

Satu Orang Penyebar Video Porno Mirip Syahrini Masih Dikejar

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:14 WIB
Atas dasar laporan tersebut penyidik Subdit Siber Polda Metro Jaya berhasil melacak pemilik akun Instagram tersebut yang berinisial M dan...
ANTARA/Fauzi Lamboka

Tabrakan dengan Trans-Jakarta, Sopir Bajaj Jadi Tersangka

👤Astri Novaria 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:42 WIB
Bus Trans-Jakarta melalui jalan utama dari halte ke arah Bintang Mas. Sementara, jalan yang dilalui pengemudi bajaj itu bukan jalan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya