Rabu 20 Mei 2020, 15:32 WIB

Baleg Putuskan Sementara Gunakan Judul RUU Cipta Kerja

Baleg Putuskan Sementara Gunakan Judul RUU Cipta Kerja

MI/SUSANTO
Ketua Badan Legistasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas (kiri) memimpin rapat kerja di ruang rapat Baleg, Nusantara I DPR, Selasa (19/5).

 

KETUA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang juga Ketua Panitia Kerja RUU Cipta Kerja Supratman Andi Agtas mengatakan Panja akan tetap menggunakan judul RUU tersebut sesuai dengan usulan pemerintah, yaitu Cipta Kerja.

"Sementara menggunakan judul RUU dari pemerintah. Nanti ketika pembahasan tidak sesuai dengan judul, bisa disesuaikan," kata Supratman dalam Rapat Panja RUU Ciptaker secara virtual dan fisik di Jakarta, Rabu (20/5).

Hal itu dikatakannya terkait dengan usulan perubahan judul RUU Ciptaker dari lima fraksi, lalu dibahas bersama. Menurut dia, kalau nanti isi RUU berubah, judul bisa ditinjau ulang bersama pemerintah.

Ia menyebutkan dari lima fraksi yang mengusulkan perubahan judul RUU, saat ini hanya tersisa dua fraksi yang tetap  enginginkan perubahan tersebut, yaitu Fraksi PKS dan Fraksi PDI Perjuangan.

"Ada dua judul yang tersisa dari Fraksi PKS dan Fraksi PDIP. Sementara ini pakai judul pemerintah," ujarnya.

Dalam usulannya, F-PDIP mengusulkan perubahan judul RUU Ciptaker menjadi RUU Penguatan UMKM, Koperasi, Industri Nasional, dan Cipta Kerja. Sementara itu, FPKS mengusulkan perubahan judul menjadi RUU Penyediaan Lapangan Kerja.

Baca juga: Fokus Covid-19, DPR Diminta Tunda Pembahasaan RUU Cipta Kerja

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa judul RUU Ciptaker tersebut mencerminkan tujuan utama RUU, yaitu menciptakan dan memperluas lapangan kerja.

Menurut dia, menciptakan dan memperluas lapangan kerja membutuhkan upaya dari beberapa aspek, seperti kemudahan dan perlindungan UMKM, penciptaan ekosistem investasi, pemberian kemudahan berusaha, serta aspek ketenagakerjaan dan investasi.

"Artinya, tujuannya lebih kepada menciptakan dan memperluas lapangan kerja. Oleh karena itu, kami beri judulnya RUU Ciptaker yang mencakup beberapa aspek tadi," katanya.

Kalau RUU tersebut diubah, misalnya menjadi Kemudahan Berusaha, dia khawatir akan mempersulit tujuan utama RUU tersebut. Hal itu karena kemudahan berusaha hanya satu aspek dari penciptaan lapangan kerja.

Oleh karena itu, dia meminta judul RUU Ciptaker tidak diubah dan tetap menggunakan usulan yang telah disampaikan pemerintah.

Sebelumnya, dalam Raker Panja RUU Ciptaker, ada lima fraksi yang mengusulkan perubahan judul RUU, yaitu Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai NasDem, Fraksi PKS, dan Fraksi PPP.

Fraksi Partai Gerindra mengusulkan RUU tersebut menjadi Cipta Lapangan Kerja; Fraksi NasDem mengusulkan perubahan judul menjadi Kemudahan Berusaha dan Investasi.

Menurut dia, Fraksi PKS menginginkan perubahan judul RUU menjadi Penyediaan Lapangan Kerja, Fraksi PPP mengusulkan menjadi RUU Kesempatan Kerja dan Kemudahan Usaha; dan Fraksi PDIP mengusulkan menjadi RUU Penguatan UMKM, Koperasi, Industri Nasional, dan Cipta Kerja. (A-2)

Baca Juga

Antara

Menkominfo Hargai Putusan Pengadilan Terkait Pemblokiran Internet

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:28 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan menghargai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menyatakan...
MI/Pius Erlangga

Diduga Pencucian Uang dari Jiwasraya, Bentjok Beli 92 Apartemen

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:16 WIB
Jaksa mengatakan, uang hasil TPPU tersebut patut diduga merupakan hasil tindak pidana dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana...
MI/Adam Dwi

KPK Selisik Peran Nurhadi dalam Pengurusan Perkara di PN Jakut

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:10 WIB
 "Penyidik mengkonfirmasi keterangan saksi terkait dengan pendaftaran perkara di PN Jakarta Utara dan adanya perkara yang juga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya