Rabu 20 Mei 2020, 19:35 WIB

Babak Baru Pelestarian Sisa Kapal Titanic

Galih Agus Saputra | Weekend
Babak Baru Pelestarian Sisa Kapal Titanic

Unsplash/ K. Mitch Hodge
Mesin telegraf seberat sekitar 52ribu ton akan diangkat dari puing kapal Titanic.

SEABAD berselang, upaya pelestarian puing kapal Titanic rupanya tak menjadi cerita usang. Bahkan, sebagaimana diberitakan The Guardian, seorang hakim federal di Virginia, Amerika Serikat baru-baru ini telah menyetujui upaya penyelamatan mesin telegraf di dalam kapal yang karam pada April 1912 itu. Berat mesin itu mencapai 52.310 ton. 

Dalam upaya penyelamatan itu, sebuah kapal selam tak berawak akan dikirim ke dasar laut sedalam 2,5 mil. Kapal tersebut akan mengambil radio telegraf yang diyakini masih ada di dekat sebuah tangga besar. Keputusan itu juga dianggap sebagai kemengangan besar bagi kelompok penyelamat artefak kapal laut yakni RMS Titanic. 

Melalui radio tersebut, RMS Titanic mengaku dapat mengetahui telegraf yang berisi pesan darurat dari para awak maupun penumpang di masa-masa genting sebelum karam. "Transmisi singkat dikirim di antara operator nirkabel kapal itu, semburan informasi dan emosi menceritakan kisah nasib putus asa Titanic pada malam itu, mungkin berisi kebingungan, kekacauan, kepanikan, kesia-siaan maupun ketakutan," tutur RMS Titanic, dalam sebuah keterangan tertulis.

Terkait upaya pencarian, RMS Titanic juga menjelaskan bahwa kapal selam tak berawak yang dikendalikan oleh tim kepercayaannya, mula-mula akan menyelinap melalui atap kaca, atau mungkin juga akan memotong atap yang sudah terkorosi. Mereka juga akan menggunakan lengan manipulator untuk membersihkan lumpur di dasar laut.

Meski begitu, ekspedisi penyelamatan itu sempat mendapat protes dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (Noaa). Mereka berargumen bahwa telegraf itu kemungkinan sudah dikelilingi "oleh sisa-sisa fana lebih dari 1.500 orang", dan harus ditinggalkan. 

Sejauh ini, belum diketahui kapan rencana ekspedisi pengambilan radio telegraf itu akan dieksekusi. Akan tetapi, seorang Hakim Distrik AS, Rebecca Beach Smith setuju bahwa telegraf itu sangatlah penting baik secara budaya maupun historis. Oleh karena itu pula, radio telegraf tidak bisa dibiarkan membusuk atau hilang di antara situs reruntuhan. 

Dalam keterangan tertulisnya, Smith turut mengatakan bahwa memulihkan telegraf akan memberikan kontribusi pada mereka yang ditinggalkan atau yang merasakan hilangnya kapal Titanic. "Yang tak terhapuskan adalah mereka yang selamat, dan mereka yang memberikan hidup mereka dalam tenggelam,” tuturnya. (M-1)

Baca Juga

ALERIE MACON / AFP

Sejumlah Museum Terancam Tutup Permanen Pasca Pandemi Covid-19

👤Fathurrozak 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:22 WIB
UNESCO dan ICOM memprediksi museum-museum yang berada di Afrika, Asia, dan negara-negara Arab lebih berisiko tutup daripada museum di Eropa...
Juni Kriswanto / AFP

Kesembuhan Nenek asal Jatim dari Covid 19 Viral di Luar Negeri

👤Adiyanto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:00 WIB
Siti Aminah, menantu Kamtim menyatakan, kesembuhan mertuanya lantaran dia disiplin dan bersemangat selama...
Dok. Pribadi

Bidasan Bahasa Normal Baru

👤Suprianto Annaf Redaktur Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:55 WIB
Masyarakat kenormalan baru berperilaku hidup lebih sehat. Bukan individualistis, koruptif, sekuler, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya