Rabu 20 Mei 2020, 13:26 WIB

​​​​​​​PSBB Jakarta Masuki Periode Krusial, Warga Wajib Disiplin

Selamat Saragih | Megapolitan
​​​​​​​PSBB Jakarta Masuki Periode Krusial, Warga Wajib Disiplin

MI/ANDRI WIDIYANTO
Pedagang menggelar lapak dagangannya menggunakan mobil pribadi di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/5).

 

KETUA Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menilai, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III di Jakarta yang dimulai pada 22 Mei hingga 4 Juni 2020 merupakan periode krusial dan masa genting bagi kehidupan di Ibu Kota.

Pasalnya, jika periode krusial ini tidak dapat dilewati dengan baik, kemungkinan besar warga Jakarta mau tak mau harus hidup damai dengan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) hingga vaksin virus itu ditemukan seperti dikatakan Presiden Jokowi, dan hidup dalam konsep The New Normal.

Pasalnya, Gubernur Anies Baswedan mengatakan, penerapan PSBB tahap III merupakan periode penghabisan atau yang terakhir.

"Karena itu periode ini harus dapat dilalui dengan baik," kata Sugiyanto melalui telepon, Rabu (20/5).

Menurut aktivis yang akrab disapa SGY ini, PSBB tahap III menjadi periode krusial dan masa genting, karena sejak PSBB diberlakukan di Jakarta pada 10 April, dan telah diperpanjang hingga dua kali (tiga tahap), telah membuat masyarakat berada di puncak titik kejenuhan dan frustasi.

Masyarakat jenuh karena sejak 10 April harus tetap berada di rumah, melakukan social distancing dan kemana-mana harus pakai masker. Jangankan dapat berpergian jauh, melaksanakan ritual keagamaan di tempat ibadah pun tak diizinkan.

"Apalagi saat ini sudah menjelang akhir Ramadan dan akan masuk 1 Syawal di mana umat Islam merayakan Hari Raya Idulfitri. Sebagaimana kita tahu, umat Islam di Indonesia punya tradisi silaturahmi saat merayakan lebaran. Bayangkan, pemerintah telah melarang mereka mudik, kemudian mereka juga tak dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tinggal di satu kota. Bagaimana rasanya?" kata dia.

Masyarakat Jakarta telah mencapai titik frustasi, menurut Sugiyanto, karena sejak PSBB diberlakukan pada 10 April, ratusan ribu karyawan yang bekerja di luar 11 sektor industri, seperti di perusahaan garmen, industri elektronik dan lain-lain, ada yang di-PHK dan ada juga yang dirumahkan dengan tanpa digaji atau hanya digaji 25%-50%.

Akibatnya, hidup mereka yang sudah susah, menjadi semakin susah. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan lebaran, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sulit, sehingga sangat mengharapkan mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Wagub DKI: 60% Warga Memilih Tetap di Rumah Selama PSBB

Menurut aktivis yang akrab disapa SGY itu, untuk dapat menyukseskan PSBB tahap III, harus ada gebrakan besar yang melibatkan semua pihak yang terkait, termasuk masyarakat.

Satpol PP sebagai penegak Perda, kata SGY, melaksanakan tugasnya dengan tegas dan tanpa pandang bulu; Dinas Kesehatan dan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) lain yang terkait jangan lelah untuk memberikan imbauan; dan masyarakat disiplin dalam mematuhi ketentuan PSBB.

SGY mengakui, jika aparat Pemprov DKI telah berjibaku habis-habisan, namun masyarakat tetap abai dan tidak peduli pada protokol kesehatan, maka kesempatan untuk hidup normal seperti sebelum ada pandemi setelah PSBB tahap III selesai, akan terbuang percuma.

"Karena itu, kuncinya juga ada di masyarakat," pungkasnya.

Seperti diketahui, Jakarta sempat menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia, sehingga provinsi ini menjadi yang pertama menerapkan PSBB.

Pada penerapan tahap I (10-24 April), PSBB tak sepenuhnya berhasil karena penularan tetap tinggi, sehingga diperpanjang pada 24 April - 22 Mei (tahap II), dan diperpanjang lagi untuk periode 22 Mei - 4 Juni. (tahap III)

Anies mengatakan, kurva penularan virus asal China itu saat ini telah mulai melandai, sehingga PSBB tahap III akan menjadi periode penghabisan. (A-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Wahyu Putro A

Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa di Jakart

👤Antara 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:55 WIB
Daerah yang patut diwaspadai terjadi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang itu yakni Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan...
MI/Vicky Gustiawan

Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 Orang per Hari Saat Normal Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:10 WIB
Mekanisme untuk mengatur batasan jumlah pengunjung ke Ragunan dilakukan dengan mewajibkan pengunjung mendaftar secara...
MI/ Barry F

Masa Tanggap Darurat Depok Diperpanjang hingga 30 Juni

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 29 Mei 2020, 23:06 WIB
Sementara itu, Idris menyampaikan hingga saat ini terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4 kasus menjadi 551...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya