Rabu 20 Mei 2020, 11:25 WIB

BRI Ajak Pasar Tradisional Berjualan Online 

mediaindonesia.com | Ekonomi
BRI Ajak Pasar Tradisional Berjualan Online 

MI/Adi Kristiadi
Pasar–pasar tradisional dapat memanfaatkan pengelolaan penjualan online lewat Website Pasar yang difasilitasi oleh BRI.

 

KEBERLANGSUNGAN pasar tradisional atau pasar basah ditengah Pandemi saat ini tidak seramai kondisi normal. Melihat kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membantu keberlangsungan pasar tradisional dengan memfasilitasi para pedagang pasar berjualan secara online.

Nantinya, pasar–pasar tradisional dapat memanfaatkan pengelolaan penjualan online lewat Website Pasar yang difasilitasi oleh BRI. Tak hanya itu, Bank BRI  bersama pengelola pasar juga membantu pengelolaan jasa antar jemput barang kepada pembeli. 

Mekanisme pemasaran pasar tradisional dari penjualan konvensional ke online lewat Web Pasar cukup mudah, yakni pengelola pasar harus bekerja sama dengan BRI.

Selanjutnya, BRI Unit terdekat akan mengedukasi para pedagang pasar untuk mengimplementasikan pemasaran secara online via Web Pasar, mekanisme pembayarannya serta pengiriman barang ke pembeli. 

“Dalam mempersiapkan metode ini, BRI akan mengumpulkan data pedagang pasar, pendampingan input data dalam web, serta turut aktif mengkomunikasikan ke masyarakat,” ungkap Direktur Bisnis Mikro Bank BRI, Supari.

Supari menambahkan bahwa BRI membuka luas terkait peluang kerja sama dengan para pengelola pasar. “Mengingat pandemi Covid-19 masih belum terprediksi kapan selesainya, terobosan ini bisa menjadi solusi dalam menghindari kerumunan di pasar,” imbuhnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Perseroan juga telah mengenalkan Stroberi (Solusi Transaksi Elektronik BRI) ke pasar–pasar yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Aplikasi ini merupakan layanan transaksi elektronik terpadu yang dikhususkan untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM secara berkesinambungan melalui transaksi digital.

Diharapkan dengan tersedianya Website Pasar dan platform Stroberi, BRI dapat memberikan kemudahan layanan dalam jual beli, pencatatan transaksi & inventory management, pengelolaan tagihan, pembayaran tagihan melalui berbagai channel yang disediakan, dan kemudahan monitoring informasi pembayaran tagihan.

Dalam jangka panjang hal ini akan mendorong terbentuknya cashless society karena transaksi sudah dilakukan tanpa uang tunai. Selain itu, juga turut mendorong inklusi keuangan bagi pelaku UMKM yang ada di pasar-pasar tradisional. (OL-09)
 

Baca Juga

ANTARA

Meningkatnya Pemimpin Perempuan di BUMN Wujud Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:30 WIB
Kementerian BUMN berharap muncul talenta-talenta terbaik untuk memajukan kinerja dan performa...
ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih Cepat 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...
MI/Susanto

Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:59 WIB
Transformasi digital itu dilakukan melalui pemberian subsidi berupa internet gratis kepada siswa, guru hingga pendidikan tinggi guna...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya