Rabu 20 Mei 2020, 05:00 WIB

OJK Cegah Penumpang Gelap Kredit

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
OJK Cegah Penumpang Gelap Kredit

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyatakan pihaknya akan melakukan post audit terhadap kebijakan restrukturisasi perbankan dalam rangka menghindari adanya pihak yang hanya ingin menikmati fasilitas atau free rider atau penumpang gelap.

“Kita selalu menekankan kalau melakukan restrukturisasi jangan ada free rider. Nasabah-nasabah yang dulunya sudah jelek lalu direstrukturisasi supaya bank membentuk cadangan. Ini tidak boleh,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, kemarin.

Heru mengatakan adanya free rider akan menyebabkan kondisi bank memburuk dan memiliki masalah setelah pandemi covid-19 berlalu.  Oleh karena itu, Heru menegaskan kepada pihak perbankan agar kebijakan restrukturisasi ini benar-benar diberikan kepada debitur sesuai ketentuan, yakni yang masih dalam kondisi baik dan sehat sebelum masa pandemi covid-19.

Hingga saat ini sebanyak 90 bank telah melakukan restrukturisasi kredit untuk 4,33 juta debitur dengan outstanding mencapai Rp391,18 triliun hingga 11 Mei 2020, terdiri atas 3,76 juta debitur UMKM dengan outstanding Rp190,3 triliun dan non-UMKM sebanyak 567.870 debitur dengan outstanding Rp200,88 triliun.

PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk melaporkan telah merestrukturisasi kredit senilai Rp69 triliun terhadap nasabah yang terkena dampak wabah covid-19.

“Saat memasuki April 2020, reali­sasi pinjaman yang direstrukturisasi meningkat signifikan menjadi Rp69 triliun dengan total 103.447 debitur,” kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setiawan saat jumpa pers secara virtual di Jakarta, kemarin.

Putrama menuturkan sektor terbesar yang terdampak ialah perdagangan, restoran, dan hotel, sebesar 38,4% atau Rp26,8 triliun, sektor perindustrian 18,4% atau Rp12,8 triliun, serta sektor transportasi, pergudangan, serta komunikasi 16,2% atau Rp11,3 triliun.

Tahan suku bunga

Dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) kemarin diputuskan untuk mempertahankan BI 7- day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 4,50%, suku bunga deposit facility 3,75%, dan suku bunga lending facility 5,25%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut kebijakan itu telah mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas eksternal di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang saat ini masih relatif tinggi akibat pandemi covid-19.

Meskipun begitu, Perry menyebut BI masih tetap melihat adanya ruang penurunan suku bunga dengan rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.

BI juga melihat   suku bunga perbankan terus mengalami penurunan, seperti bunga kredit yang turun menjadi 10,17% dan bunga deposito yang juga turum menjadi 5,92%.

Penurunan itu terjadi karena sektor perbankan mulai merespons kebijakan yang diberikan oleh BI. (Des/Ant/E-1)

 

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri

Pemerintah Siapkan 6 Kawasan Industri Halal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 24 November 2020, 17:19 WIB
Upaya tersebut bertujuan mendongkrak pasar produk halal di Tanah Air, serta mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah...
DOK KEMENTAN

Kementan Dukung Konsep One Health Cegah Resistensi Antimikroba

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 17:06 WIB
Jika aturan diterapkan dengan baik, penggunaan antimikroba akan menurun dari 80% menjadi 50% di tahun...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

CPOPC Harap Ada Investigasi atas Laporan Dugaan Kekerasan Seksual

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 16:48 WIB
Penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengungkap kebenaran dugaan pelanggaran serius...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya