Selasa 19 Mei 2020, 20:15 WIB

Pedagang Makanan Bekasi tidak Terpengaruh PSBB

Antara | Megapolitan
Pedagang Makanan Bekasi tidak Terpengaruh PSBB

Antara
Sejumlah pembeli terlihat memadati sebuah warung untuk membeli makanan menjelang Magrib, Bekasi, Selasa (19/5).

 

Puluhan pedagang makanan di Bekasi kebanjiran pembeli di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan untuk membatasi penyebaran wabah Covid-19. "Saya rasa enggak ngaruh PSBB," kata Windu, salah satu pedagang gorengan di Cikarang Barat, Bekasi, Selasa (18/5).

Sama seperti Ramadhan tahun lalu, jumlah pengunjung yang membeli makanan hasil dagangannya juga cukup banyak. Omzet yang diperolehnya setiap hari juga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk ditabung.

Sama seperti Windu, pedagang sate, Zainal juga mengatakan Ramadaan tahun inip tetap mendapat banyak keuntungan meski wabah membatasi aktivitas warga pada bulan sebelumnya. "Alhamdulillah, Bulan Puasa omzetnya naik lagi, beda dengan beberapa bulan sebelumnya, sebelum Ramadan," katanya.

Meski ada aturan PSBB untuk membatasi penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19, sejumlah pedagang tetap berjualan, mencari peruntungan di tengah wabah yang telah melumpuhkan perekonomian tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hampir di seluruh dunia.

Untuk membatasi penyebaran virus yang ditularkan melalui droplet bersin dan batuk dari penderita, yang sering kali tidak menunjukkan gejala, para pedagang mencoba melindungi diri dengan memakai masker.

Namun demikian, usaha beberapa pedagang untuk menjaga jarak dari pembeli sulit dilakukan karena pembeli datang secara bersamaan dan berdesakan minta untuk segera dilayani. "Rasanya susah kalau harus jaga jarak, karena jangankan menjaga jarak, memakai masker saja ada yang pakai dan ada yang tidak," kata Zainal.

Sementara itu, penerapan PSBB di daerah itu, kata Ucup, pedagang lainnya, dilakukan oleh beberapa petugas yang secara berkala menertibkan pedagang dan pembeli di sepanjang jalan yang tampak berkerumun dan tidak memakai masker.

Namun demikian, petugas tersebut, katanya, sering kewalahan karena jumlahnya terbatas sementara pembeli terus berdatangan hingga menjelang Magrib. (OL-12)

Baca Juga

Dok MI

Polisi Tembak Mati Dua Perampok Minimarket

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:13 WIB
Dua pelaku yang tertembak mati sempat mengeluarkan senjata api dan berusaha melumpuhkan anggota...
Ilustrasi

Pasien Covid-19 Sembuh di Jakarta Tambah 143 Orang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:10 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini...
MI/Susanto

Rapid Test 164.139 Orang di Jakarta, 6 Ribu Reaktif

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 19:33 WIB
Ani menjelaskan untuk warga yang hasil rapid tes reaktif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR untuk menegakkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya