Selasa 19 Mei 2020, 17:40 WIB

Lebaran: Permintaan Kue Kering di Banyuwangi Meningkat

Usman Afandi | Nusantara
Lebaran: Permintaan Kue Kering di Banyuwangi Meningkat

MI/Barry F
Permintaan kue kering di Banyuwangi meningkat meski wabah covid-19.

 

PELAKU usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Banyuwangi, khususnya kue kering bisa tersenyum lebaran ini. Di saat wabah korona merebak, permintaan kue kering jelang lebaran tidak terdampak korona atau Covid-19.

Hal itu diungkapkan salah satu pelaku UMKM di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Nur Hadi. Dia mengaku,  menjelang hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah permintaan kue kering terus semakin meningkat.

"Alhamdulilah kalau di sini tidak terdampak covid-19, buktinya permintaan semakin banyak. Kami malahan sampai kualahan," kata Nur saat ditemui Media Indonesia di rumah produksinya, Selasa (19/5)

Selama 15 hari ini terakhir ini, jelas dia, pihaknya sudah menghabiskan sekitar 50 sak bahan kue seperti tepung dan bahan pembuat kue kering lainya, guna untuk memenuhi permintaan kue di pasar.

"Sampai sekarang ada 50 sak tepung yang kita habiskan. Ini belum lagi gula, telur dan bahan-bahan kue kering lainya,"ungkapnya.

Lebih lanjut Nur mengungkapkan, usaha yang ia geluti selama berpuluh-puluh tahun ini, berasal dari kedua orang tuanya. Sehingga dalam proses pemasaranya tidak kebingugan. Para pelanggan rata-rata langsung datang ke rumahnya.

"Usaha kue kering ini sudah kami jalankan berpuluh-puluh tahun, meskipun tidak Hari Raya  Idul Fitri kami tetap produksi, dan untuk pembeli kebanyakan mereka semua datang sendiri, karena memang usaha ini sudah dikenal," katanya.

Diakuinya beberapa waktu lalu, memang usaha kue kering yang ia geluti ini terdampak Covid-19, namun dampak tersebut tidak begitu lama. Kendati demikian pihaknya saat ini masih tetap produksi meskipun di tengah pandemi Covid-19 berlangsung.

Selain itu, meskipun produksi tahun ini tidak seperti tahun lalu, namun ia tetap bersukur lantaran masih bisa produksi dan masih bisa memperkerjakan lima karyawan.

Sementara, itu dalam 1 bungkus kue kering seperti kue bolu, Ia jual dengan harga Rp19 ribu. "Satu bungkus isinya ada 50 an, kalau dari sini langsung harganya Rp19 rb. Tapi kalau di pasar dan di toko-toko harganya beda-beda tergantung pemilik toko itu mau jual berapa," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Jelang Lebaran, Penyaluran Bansos Tunai Dikebut

Baca Juga: Masuk Zona Hijau Majalengka Gelar Sholat Ied

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Asa Pedagang Oleh-Oleh Garut Jelang Penerapan Kenormalan Baru

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 08:11 WIB
"Saya berharap pandemi ini segera berakhir dan aktivitas bisa kembali seperti sediakala," kata salah seorang penjual oleh-oleh di...
MI/Pius Erlangga

Sambut New Normal, Kaltim Wajibkan Fasilitas Umum Higienis

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:31 WIB
Dia berharap tempat-tempat kerja maupun fasilitas pelayanan publik betul-betul dibersihkan secara berkala dengan menggunakan cairan...
DOK NasDem

Legislator NasDem Dukung New Normal Asal Patuh Protokol Kesehatan

👤Martinus Solo 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:14 WIB
Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi NasDem Dapil Papua Barat, Rico Sia menilai kenormalan baru merupakan cara baru menjalani kehidupan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya