Selasa 19 Mei 2020, 15:35 WIB

Puluhan Ribu Santri di Jawa Tengah Tidak Mudik

Haryanto | Nusantara
Puluhan Ribu Santri di Jawa Tengah Tidak Mudik

MI/Haryanto
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi sejumlah pondok pesantren di wilayahnya sekaligus memantau Covid-19

 

SEJUMLAH  santri di pondok pesantren di Jawa Tengah memutuskan tidak mudik lebaran saat pandemi covid-19. Total sebanyak 23.914 santri di 400 pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah yang bertahan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Rp2,3 miliar untuk membantu para santri tersebut. Ganjar juga menyempatkan diri berkunjung ke beberapa pondok pesantren di Kota Semarang untuk menengok kondisi para santri itu sekaligus membagikan sembako.

Dua pondok pesantren dikunjungi Ganjar, Selasa (19/5), yakni Ponpes Darul Falah Besongo Ngaliyan dan Ponpes Raudlatut Thalibin Tugurejo Semarang. Di dua pondok pesantren tersebut, masih ada puluhan santri yang beraktifitas dan memutuskan tidak mudik.

"Saya hanya memastikan kondisi para santri yang tidak mudik ini. Sebab menurut informasi dari Biro Kesra, dari Kemenag dan Baznas, bahwa ada 400 ponpes di Jateng yang masih aktif saat ini, dengan 23.914 santri yang tidak mudik," kata Ganjar.

Menurutnya, setelah beberapa waktu lalu ia rajin berkeliling menengok para mahasiswa dari luar daerah, kali ini dirinya memang sengaja menengok santri di pondok pesantren. Ternyata, banyak santri yang dikunjunginya juga berstatus mahasiswa dari luar daerah.

"Banyak santri juga kuliah, mereka dari banyak daerah dari luar jawa ada. Bahkan tadi ada yang dari luar negeri, dari Somalia dan Thailand. Alhamdulillah mereka semuanya sehat-sehat saja," terangnya.

Bantuan yang diberikan lanjut Ganjar tidaklah seberapa. Namun dengan bantuan itu, diharapkan para santri bisa tenang menjalani hidup selama tidak mudik ini.

"Ini cerita kemanusiaan saja, kalau bisa kita bantu, mereka bisa tenang belajar. Mereka juga bisa mengabarkan pada orang tua, bahwa ananda baik-baik saja, bisa sekolah, ngaji dan nyantri dengan tenang. Kalau semua tenang, semua bahagia, maka imun akan meningkat," pungkasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darul Falah Besongo Ngaliyan, Prof.Imam Taufiq mengatakan, sejak wabah covid-19 menyerang, pihaknya memberikan dua pilihan pada santrinya. Pertama boleh pulang kampung tapi tidak boleh kembali sampai kondisi membaik, kedua tetap tinggal di pondok dan mengikuti kegiatan mengaji seperti biasanya.

"Alhamdulillah banyak santri yang memutuskan tidak pulang, tetap di pondok dan ngaji," kata Imam.

Imam sangat berterimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan Ganjar kepada para santri. Ia berdoa semoga wabah ini segera berakhir dan kehidupan berjalan dengan normal.(OL-13)

Baca Juga

Antara

Lima Hari Terakhir, Bantul Nihil Kasus Baru Korona

👤Ant 🕔Selasa 26 Mei 2020, 02:25 WIB
total kasus positif di Bantul berjumlah 56 orang, tidak ada perubahan data dibandingkan kasus positif yang tercatat pada 21, 22, 23, 24 Mei...
MI/Hijrah Ibrahim

Walikota Tidore Dirujuk ke RS Rujukan Covid-19 di Ternate

👤Hijarh Ibrahim Jakaria 🕔Senin 25 Mei 2020, 22:33 WIB
Dari pantauan Media Indonesia di Pelabuhan Resident Ternate, Walikota Tidore dirujuk menggnakan speed boat dengan dikawal sejumlah Tenaga...
Antara

Polisi Tak Bermasker Murka Saat Ditegur Petugas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 20:50 WIB
Anggota Satlantas Polrestabes Bandung sudah diperiksa dan akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya