Selasa 19 Mei 2020, 14:00 WIB

Hubungan Memanas, Tiongkok Tolak Daging dari Australia

Deri Dahuri | Internasional
Hubungan Memanas, Tiongkok Tolak Daging dari Australia

AFP
Tiongkok melarang masuk daging dari pabrik Kilcoy Pastoral, JBS Beef City, JBS Dinmore, dan Northern Cooperative Meat Company.

 

TIONGKOK melarang impor daging dari empat pabrik pemrosesan di Australia. Otoritas Tiongkok menegaskan bahwa pelarangan itu terkait masalah pelanggaran peraturan impor.

Namun sikap Tiongkok tersebut dicurigai lebih berlatar belakang sikap politik Tiongkok terhadap Australia. Pasalnya ‘Negeri Tirai Bambu’ tidak menunjukkan tindakan serupa yang terhadap dua pabrik pemrosesan daging dari Selandia Baru, negara tetangga Australia.

Kebijakan larangan impor daging dari Australia diduga sikap politik Australia yang mendukung pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebelumnya Trump mengatakan Tiongkok bertanggung jawab atas penyebaran pandemi virus korona atau Covid-19 yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Trump telah menuduh dan menduga virus Covid-19 yang disebutnya sebagai ‘virus China’ dari pusat penelitian virus yang berada di Kota Wuhan. Ia mendesak masyarakat internasional dan WHO untuk menyelidiki dugaan tersebut. Sebagai sekutu AS, Australia mengamini pernyataan Trump dan mendukung untuk dilakukan penyelidikan terhadap Tiongkok.         

Tampaknya Tiongkok berusaha tak mengaitkan soal impor daging dari ‘Negeri Kanguru’ terkait sikap politik Australia yang mendukung ‘Negeri Paman Sam’. Tiongkok menegaskan bahwa pelanggaran kepatuhan juga pernah dilanggar Australia saat mengekspor 6.000 kg daging sapi pada 2019 termasuk pelanggaran mislabelling.  

South China Morning Post melaporkan bahwa produk daging sapi beku dan dingin yang melanggar berasal dari pabrik di Australia adalah Kilcoy Pastoral, JBS Beef City, JBS Dinmore, dan Northern Cooperative Meat Company. Daging-daging dikirim ke Shanghai, Tiongkok, yang dikenal ketat terhadap produk-produk impor.

Pelanggaran yang dilakukan adalah kesalahan label, sertifikat kesehatan dan barang yang tidak cocok, dan ekspor barang yang belum memenuhi protokol impor. Pelanggaran tersebut terjadi antara Maret 2019 dan Februari 2020.

Bahkan hampir 80% dari pelanggaran produk daging dari Australia dicatat di pelabuhan Shanghai. Sementara hanya sebagian kecil pelaranggaran atau tak memenuhi standar nasional Tiongkok ditemukan di pelabuhan lainnya seperti Tianjin, Dalian dan Qingdao.

Pada Senin (18/5), Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan dia belum menelepon menelepon Menteri Perdagangan Tiongkok Zhong Shan. Namun Zhong mengatakan mengatakan bahwa komunikasi antara kedua negara telah berlangsung namun tanpa memberikan perincian.

Dewan Industri Daging Australia (AMIC), kelompok industri yang mewakili empat pabrik, sebelumnya menyatakan bahwa mereka menangani masalah itu dengan serius dan bekerja sama dengan pemerintah Australia untuk memperbaiki masalah. Namun AMIC meskipun menolak berkomentar lebih jauh tentang perkembangan terakhir.

MLA (Asosiasi Daging dan Ternak Australia) juga menolak berkomentar. Sikap bungkam juga ditunjukkan  empat pabrik pemrosesan daging Australia yang poduk mereka dilarang masuk ke Tiongkok. (SouthChinaMorningPost/OL-09)

Baca Juga

AFP

Thai Airways Restrukturisasi lewat Pengadilan

👤MI 🕔Kamis 04 Juni 2020, 01:40 WIB
MASKAPAI penerbangan Thai Airways International selangkah lebih dekat untuk melakukan restrukturisasi melalui pengadilan...
DOK MI

Ratusan Petugas Kesehatan di Nigeria Terinfeksi Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 04 Juni 2020, 01:20 WIB
Jumlah kasus covid-19 yang dikonfirmasi di negara ini telah mencapai 10.819. Dari jumlah tersebut, terdapat 314 kematian dan 3.240...
AFP

Kematian Akibat Covid-19 di Brasil 30.000 Orang

👤MI 🕔Kamis 04 Juni 2020, 01:15 WIB
JUMLAH kematian akibat covid-19 di Brasil pada Selasa (2/6) melampaui 30.000 orang. Angka yang dirilis Kementerian Kesehatan Brasil...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya