Selasa 19 Mei 2020, 11:48 WIB

Jokowi Apresiasi Fatwa MUI di Masa Pandemi

Nur Azizah | Politik dan Hukum
Jokowi Apresiasi Fatwa MUI di Masa Pandemi

Dok: Biro Setpres
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih atas dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendukung dan membantu pemerintah mengendalikan penyebaran covid-19. Fatwa MUI yang berkaitan dengan covid-19 di antaranya salat tarawih di rumah, salat Idul Fitri di rumah, serta izin penggunaan zakat, infak, dan sedekah untuk penanganan covid-19.

"Saya sangat mendukung dan apreasiasi adanya fatwa dan himbauah yang disampaikan kepada seluruh umat Islam di Indonesia terkait dengan peribadatan maupun amaliyah selama pandemi ini," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).

Jokowi juga menyampaikan terima kasih pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah dan semua ormas Islam lainnya. Seluruh ormas mendukung langkah pemerintah dalam memutus mata rantai penularan covid-19.

"Terima kasih yang telah mendukung dan membantu pemerintah dalam upaya pencegahan pengendalian penyebaran covid-19, termasuk mendukung keputusan pemerintah untuk melarang mudik," ujarnya.

Baca juga: Ini Dia Fatwa MUI Soal Shalat Idul Fitri di Saat Pandemi Covid-19

Majelis Ulama Indonesia mengizinkan dana zakat, infak, dan shodaqoh untuk menangani covid-19. Keputusan ini tertuang dalam fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2020 tentang pemanfaatan zakat, infak, sedekah untuk penanggulangan covid-19 dan dampaknya.

"Ini disusun sebagai kesadaran penuh organisasi keagamaan entitas ulama untuk menghadirkan pranata agama sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh umat dan bangsa, kepentingan mencegah, menangani dan menanggulangi covid-19," Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Senin (18/5).

Asrorun pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk penanganan covid-19 harus mematuhi beberapa ketentuan. Di antaranya, wajib didistribusikan untuk kepentingan mustahik secara langsung.

"Penerima harus merupakan salah satu diantara 8 yang sudah ditetapkan, yaitu muslim yang fakir miskin, Amil, mualaf yang terlilit hutang, kemudian perbudakan memerdekakan budak, musafir, dan atau fisabilillah," jelasnya.

Selain itu, zakat, infak, dan sedekah juga diizinkan untuk modal kerja, bantuan uang tunai berbentuk, makanan pokok, pengobatan atau hal yang sangat dibutuhkan oleh penerima zakat. Lebih lanjut, penggunaan zakat boleh bersifat produktif seperti untuk kepentingan stimulasi kegiatan ekonomi fakir miskin yang terdampak wabah.

"Jika pemanfaatan boleh dalam bentuk aset kelolaan atau layanan bagi kemaslahatan umum khususnya bagi kemaslahatan mustahik seperti penyediaan alat pelindung diri untuk kepentingan tenaga medis, penyediaan disinfektan, serta kebutuhan relawan yang sedang bertugas," rinci Asrorun.(OL-5)

Baca Juga

Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Warga Disiplin Jalani Transisi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga ikut terlibat dalam pemantauan dan pengawasan protokol...
Ist/DPR

Berbagi Pengalaman Menghadapi Covid-19 dengan Beberapa Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:02 WIB
Adalah 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang...
Antara/Septianda Perdana

KSP Minta Tokoh Masyarakat Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:14 WIB
Moeldoko menyebut protokol kesehatan pada masa kenormalan baru harus menjadi pola hidup baru di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya