Selasa 19 Mei 2020, 09:34 WIB

PBB: Covid-19 Harus Jadi Wake-up Call bagi Dunia

Nur Aivanni | Internasional
PBB: Covid-19 Harus Jadi Wake-up Call bagi Dunia

AFP/MICHAEL TEWELDE
Sekjen PBB Antonio Guterres

 

PANDEMI covid-19 harus berfungsi sebagai wake-up call bagi dunia agar lebih bersatu dalam merespons krisis yang ada. Hal itu dikatakan Sekjen PBB Antonio Guterres, Senin (18/5).

Guterres mengatakan covid-19 merupakan tantangan terbesar saat ini. Virus tersebut, katanya, telah menunjukkan kelemahan dunia ketika negara-negara menempuh cara sendiri-sendiri dalam mengatasi pandemi.

Krisis tersebut, sambungnya, adalah kesempatan untuk membangun kembali dunia yang lebih baik. Tetapi, ia pun mempertanyakan apakah negara-negara siap untuk itu.

Baca juga: Rep Ceko dan Slovakia Longgarkan Pembatasan Perjalanan

"Sebuah virus telah membuat kita bertekuk lutut," kata Sekjen PBB itu dalam pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (19/5).

Ia mengatakan pandemi telah mengekspos kelemahan, tidak hanya dalam sistem kesehatan tetapi juga di lembaga-lembaga internasional.

"Covid-19 harus menjadi wake-up call. Sudah waktunya untuk mengakhiri keangkuhan," kata Guterres. "Kami melihat beberapa solidaritas, tetapi sangat sedikit persatuan dalam merespons covid-19."

Lebih lanjut, ia mengatakan ada negara-negara yang melakukan strategi yang berbeda atau bahkan saling bertentangan dalam melawan covid-19.

"Banyak negara mengabaikan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," ucapnya. "Akibatnya, virus telah menyebar ke seluruh dunia."

Dalam kesempatan tersebut, Guterres menegaskan kembali seruannya untuk tanggapan internasional yang dipimpin WHO, yaitu memperluas layanan kesehatan mental dan kebijakan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh krisis tersebut.

Pemulihan krisis, sambungnya, harus mengarah pada ekonomi yang lebih setara dan berkelanjutan. Ini adalah kesempatan untuk membangun kembali secara berbeda dan lebih baik, kata Guterres, merujuk pada krisis iklim dan sistem perlindungan sosial yang cacat. (OL-1)

Baca Juga

MI/ Ramdani

Perawat Indonesia Wafat di Kuwait akibat Korona

👤Rudy Polycarpus 🕔Senin 25 Mei 2020, 23:00 WIB
"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas kematian salah satu frontliners perawat Indonesia. Beliau juga aktif dalam...
AFP

Juli, Spanyol Izinkan Turis Asing Masuk

👤Ant 🕔Senin 25 Mei 2020, 20:01 WIB
Pemerintah  berencana mencabut aturan wajib karantina 14 hari bagi pendatang dari luar negeri dalam beberapa pekan ke...
INSTAGRAM/kbridsm

Berbagi Keceriaan Idulfitri untuk WNI di Tanzania

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 14:00 WIB
Duta Besar RI Dar es Salaam Prof. Dr. Ratlan Pardede berharap Idulfitri tahun ini tidak kehilangan makna karena keterbatasan yang ada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya