Selasa 19 Mei 2020, 07:10 WIB

Allah Maha Mengetahui

(Ata/H-3) | Ramadan
Allah Maha Mengetahui

Dok.Mi/Seno
Quraish Shihab

“Qaaf. Demi Alquran yang sangat mulia.” Demikian ayat pertama Surah Qaf yang dibahas dalam Tafsir Al-Mishbah episode 25. Surah ke-50 dalam Alquran itu berbicara tentang hari kemudian, kematian, dan keagungan Alquran. Alquran merupakan pedoman umat muslim yang diterima Nabi Muhammad SAW. Sayangnya, Alquran yang sedemikian agung diragukan masyarakat Mekah. “Bahkan mereka
tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafi r: ‘Ini adalah suatu yang amat aneh’.” Orang kafi r tidak
mempercayai fi rman Allah yang turun lewat Alquran. Bahkan, mereka menyangsikan kebesaran Allah yang dijelaskan dalam ayat selanjutnya, “Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah apakah kami akan kembali lagi? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.”

“Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang dikurangkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat).” Ayat ini membantah kesangsian kaum kafi r. Allah mengetahui segala hal, hingga Dia mengatur segalanya menjadi sempurna. Maka jangan pernah berpikir bahwa Allah tidak mengetahui dan tidak memiliki kuasa akan suatu hal.

“Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.” Lalu berbagai tanggapan mereka tentang Alquran dibuktikan Allah lewat kuasanya, seperti yang tertuang dalam ayat selanjutnya. “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?”

Kita diminta memperhatikan langit, dan segala keindahannya. Di situ Allah memiliki peran menciptakan keindahan tersebut untuk makhluk di Bumi. Alam raya merupakan sesuatu yang indah sehingga
banyak manusia yang terpaku di dalamnya. Namun, mereka tidak menyadari bahwa alam hanya tempat singgah untuk menuju Allah. “Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiaptiap hamba yang kembali (mengingat Allah).” “Dan, Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-biji tanaman yang dituai.” Lalu Allah menciptakan
air yang bermanfaat demi kemaslahatan umat manusia. “Untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.”

Kesimpulan yang dapat diambi dari sejumlah ayat dalam Surah Qaf ialah Allah Maha Mengetahi sesuatu, mulai dari sebelum kemunculan hingga setelah kebinasaan. Bahkan, tidak ada alasan bahwa Allah tidak bisa mengembalikan manusia setelah manusia larut di tanah. Selanjutnya, kehadiran alam raya ini tak lain ialah untuk menunjukkan kebesaran Allah. Namun, manusia tidak boleh lupa
bahwa alam raya merupakan pengantar manusia menuju kehidupan selanjutnya yang kekal. (Ata/H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Lebaran di Rumah, Selamatkan Umat

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Mei 2020, 04:45 WIB
Merayakan Idul Fitri di rumah sesuai dengan prinsip ajaran Islam untuk menjauhi kemudaratan dan membangun kemaslahatan...
MI/Seno

Allah Lebih Dekat daripada Urat Nadi

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 20 Mei 2020, 04:15 WIB
‘DAN sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya...
MI/Pius Erlangga

Bermuhasabah di Akhir Ramadan

👤Atikah Ismah Winahyu 🕔Rabu 20 Mei 2020, 03:55 WIB
TIDAK terasa kita telah memasuki akhir bulan Ramadan 1441 H yang penuh...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 25 Okt 2020 / Ramadan 1441 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More