Selasa 19 Mei 2020, 07:05 WIB

Tiga Bank BUMN Dukung KUR Sektor Kelautan dan Perikanan

Hilda Julaika | Ekonomi
Tiga Bank BUMN Dukung KUR Sektor Kelautan dan Perikanan

Antara/Mohamad Hamzah
Nelayan menyiapkan peralataannya sebelum turun melaut.

 

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor kelautan dan perikanan (KP) baru mencapai 44.431 debitur pada April lalu. 

Jumlah ini tergolong kecil karena  jumlah pelaku usaha berdasarkan data Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tercatat 1.075.488 orang atau unit usaha yang tervalidasi.

Atas dasar ini , KKP mengajak lembaga keuangan untuk menjaring calon debitur potensial di sektor kelautan dan perikanan. Terlebih realisasi KUR sektor KP baru terserap Rp1,39 triliun.

Program and Partnership Business Division Bank BRI, Djoko Purwanto menilai kartu KUSUKA sangat membantu lembaga perbankan guna mengetahui profil pelaku usaha kelautan dan perikanan. 

Menurutnya, selain sebagai identitas tunggal, baik individu maupun korporasi, kartu KUSUKA juga dapat menjadi database program perlindungan dan pemberdayaaan, termasuk didalamnya pemberian modal kerja, baik melalui KUR maupun non-KUR.

"Kartu KUSUKA menjadi sangat penting, karena perbankan menjadi lebih percaya dalam menyalurkan KUR," kata Djoko melalui keterangan resmi, Senin (18/5).

Tak hanya itu, menurutnya adanya profil pelaku usaha tersebut memudahkan BRI menyusun pembiayaan yang tepat. Sebagaimana profil pelaku, sehingga unit cost yang dibutuhkan pelaku usaha bisa diberikan sesuai dengan kebutuhannya, struktur, syarat dan pola pembiayaan bisa disesuaikan dengan pola usaha perikanan.

Senada, Bank BNI juga akan memberikan pola pembiayaan yang menjadi kebutuhan dari para nelayan dan petambak. Bahkan, Group Head Goverment Program Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank BNI, Chandra Bagus Sulistyo menyebut pihaknya siap berkolaborasi dengan menyediakan market place penjualan hasil tangkapan/panen dan kebutuhan melaut serta usahanya. Selain itu BNI juga menyiapkan aplikasi untuk mempermudah proses produksi, dan memberikan pendampingan kepada nelayan.

"BNI mencoba untuk melakukan kolaborasi dengan beberapa start up. Tujuannya untuk memberikan tools dan ekosistem sehingga membantu nelayan/petambak meningkatkan produktivitasnya. Saat ini BNI telah melakukan sinergi dengan start up Aruna, FisTx, dan FishON," urai Chandra.

Sementara Senior Vice President Bank Mandiri, Nila Mayta Dwi Rihandjani menjabarkan strategi inovasi penyaluran KUR sektor KP dengan mengembangkan klaster–klaster tertentu berbasis pengembangan masyarakat (community development). 

Dijelaskannya, Bank Mandiri telah membagi 4 klaster, di antaranya budidaya perikanan seperti udang vaname di Muara Gembong, Bekasi yang bekerjasama dengan Lembaga Masyarat Desa Hutan (LMDH) dan Perum Perikanan Indonesia sebagai off-taker. (E-1)

Baca Juga

Antara

PNS Kemenko Perekonomian Work From Office Mulai 27 Mei

👤Rudy Polycarpus 🕔Selasa 26 Mei 2020, 00:51 WIB
"Pada Kamis besok, 27 Mei, Kemenko Perekonomian berencana akan mengambil inisiatif untuk work from office secara terbatas. Dan,...
Antara/M Risyal Hidayat

Dibuka Besok, IHSG Diprediksi Melemah

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:08 WIB
Analis menilai pergerakan IHSG berpotensi rebound pada akhir pekan. Namun, sentimen dari pasar keuangan global patut...
MI/Vicky Gustiawan

Produksi Pertanian dan Sayuran Meningkat, Ekspor Tumbuh Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 17:28 WIB
Pihaknya, berharap momen pandemi ini menjadi momentum untuk makin cinta produk petani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya