Senin 18 Mei 2020, 22:10 WIB

Raih Laba Rp4,32 T, Ini Kinerja Keuangan PLN 2019

Raja Suhud | Ekonomi
Raih Laba Rp4,32 T, Ini Kinerja  Keuangan PLN 2019

Antara/Jojon
Pekerja memasang kabel empetik milik PT PLN Persero

 

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melaporkan adanya kenaikan pendapatan usaha dalam laporan keuangan Tahun 2019 (Audited).

Dengan kondisi tarif yang tidak naik sepanjang tahun 2019, PLN  membukukan pendapatan usaha Rp285,64 triliun meningkat 4,67% dari tahun lalu.

"PLN  mencatat laba bersih Rp4,32 triliun serta laba operasi setelah subsidi pemerintah Rp44,16 triliun dengan EBITDA tahun 2019 Rp81,66 triliun," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka dalam keterangan tertulisnya,kemarin.

Perseroan bertumbuh secara konsisten dengan mencatatkan kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 245,52 Terra Watt hour (TWh) atau naik 4,65% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 234,62 TWh. 

Peningkatan penjualan kWh ini didukung oleh adanya pertumbuhan jumlah pelanggan dimana sampai dengan akhir Desember 2019 telah mencapai 75,7 juta dengan daya tersambung 136.600  MVA atau bertambah sebanyak 3,8 juta pelanggan dengan daya 7.700 MVA dari posisi akhir Desember 2018 sebesar 71,9 juta pelanggan. 

"Dengan demikian, rasio elektrifikasi nasional dapat digenjot dari 98,3% di tahun 2018 menjadi 98,89% pada akhir tahun 2019," jelas Made.

Secara operasional, hingga akhir tahun 2019, perusahaan telah berhasil menambah kapasitas terpasang pembangkit sebesar 4.588 Mega Watt (MW) dari 57.646 MW pada tahun 2018 menjadi 62.234 MW pada tahun 2019. 

Jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi meningkat 6.211 kilometer sirkuit (kms) dari 53.606 kms pada tahun 2018 menjadi 59.817 kms sampai dengan akhir tahun 2019, dan penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 17.507 Mega Volt Ampere (MVA) dari 131.164 MVA pada tahun 2018 menjadi 148.671 MVA. 

Hasil audit subsidi dan kompensasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) menunjukkan terjadinya penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP)  2019 dibandingkan 2018. Hal ini merupakan hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan oleh PLN selama 2019. (RO/E-1)
 

Baca Juga

Antara/Agung Rajasa

Punya Kontribusi Besar, Kinerja Sektor Manufaktur Perlu Digenjot

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:16 WIB
Tahun lalu, kontribusi sektor industri terhadap PDB mencapai 17,58%. Angka itu menunjukkan sektor industri masih memberikan kontribusi...
MI/SUSANTO

DPD HIPPI DKI Jakarta Apresiasi Langkah Menteri BUMN Bantu UMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 14:30 WIB
UMKM yang bergerak disektor kontruksi dan konsultan tahun ini diperkirakan peluang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah sangat...
Antara/Wahdi Septiawan

Neraca Perdagangan Produk Pertanian Masih Positif

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 25 Mei 2020, 13:54 WIB
Ini merupakan dampak dari penguatan produksi dalam negeri dan upaya pemerintah membuka akses pasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya