Senin 18 Mei 2020, 19:49 WIB

Sulit Menyerap Beras di Sulteng, Ini Penjelasan Bulog

Hilda Julaika | Ekonomi
Sulit Menyerap Beras di Sulteng, Ini Penjelasan Bulog

Antara/Basri Marzuki
Aktivitas penggilingan padi di wilayah Desa Porame, Sulawesi Tengah.

 

PERUM Bulog mengakui kesulitan untuk menyerap gabah beras di Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan kualitas produk petani yang buruk akibat musim hujan.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi, mengatakan pihaknya khawatir apabila gabah tetap diserap, perusahaan akan merugi. Sebab, produk tersebut berisiko tinggi dan kemungkinan sulit dijual.

Baca juga: Petani Sulteng Surplus Beras Meski Pandemi Covid-19

"Kondisi kadar airnya di atas 35% karena musim hujan. Kotorannya juga tinggi sekali. Lalu siapa yang menanggung? Risikonya tinggi sekali," ujar Tri dalam konferensi pers virtual, Senin (18/5).

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Bulog menemukan kondisi beras petani di Sulawesi Tengah memiliki kualitas di bawah standar. Ini menjadi alasan Bulog yang belum berani menyerap gabah beras.

Jika terjadi kerugian, lanjut Tri, akan berdampak pada kinerja keuangan Bulog. Seperti diketahui, kinerja Bulog akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara berkala.

Baca juga: Bulog Pastikan Stok Gula Aman Sampai Lebaran

"Sebab, kami diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan," imbuhnya.

Secara nasional, Bulog baru menyerap 320 ribu ton gabah beras atau sekitar 22%. Sedangkan target penyerapan hingga akhir tahun sebesar 1,4 juta ton. Penyerapan beras yang dilakukan Bulog mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020.

Lebih lanjut, Tri menuturkan bahwa entitasnya tengah memaksimalkan penyerapan gabah beras dengan kapasitas 200 ribu ton per hari.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

PNS Kemenko Perekonomian Work From Office Mulai 27 Mei

👤Rudy Polycarpus 🕔Selasa 26 Mei 2020, 00:51 WIB
"Pada Kamis besok, 27 Mei, Kemenko Perekonomian berencana akan mengambil inisiatif untuk work from office secara terbatas. Dan,...
Antara/M Risyal Hidayat

Dibuka Besok, IHSG Diprediksi Melemah

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:08 WIB
Analis menilai pergerakan IHSG berpotensi rebound pada akhir pekan. Namun, sentimen dari pasar keuangan global patut...
MI/Vicky Gustiawan

Produksi Pertanian dan Sayuran Meningkat, Ekspor Tumbuh Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 17:28 WIB
Pihaknya, berharap momen pandemi ini menjadi momentum untuk makin cinta produk petani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya