Senin 18 Mei 2020, 16:51 WIB

BUMN Terdampak Pandemi Dapat Stimulus Fiskal Rp 149 Triliun

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BUMN Terdampak Pandemi Dapat Stimulus Fiskal Rp 149 Triliun

Antara/FB Anggoro
Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang digarap salah satu BUMN, yakni Hutama Karya.

 

PEMERINTAH sudah menyusun rencana pemulihan ekonomi nasional, termasuk bagi BUMN yang terdampak pandemi covid-19. Untuk klaster BUMN, pemerintah menyiapkan dana stimulus fiskal sebesar Rp 149,29 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan stimulus BUMN terbagi dalam beberapa bentuk, yakni bantuan subsidi, kompensasi, penyertaan modal negara (PMN), dana talangan untuk modal kerja dan bantuan sosial (bansos).

Baca juga: Menkeu: Perluasan Insentif Pajak Dunia Usaha Capai Rp 123 Triliun

"Untuk rincian nominal bantuan dari pemerintah untuk mendukung BUMN bangkit berbeda-beda. Khusus untuk BUMN dengan status perusahaan terbuka, yaitu Garuda Indonesia, akan mendapat dana talangan sebesar Rp 8,5 triliun," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam telekonferensi, Senin (18/5).

Sementara itu, Krakatau Steel akan mendapat dukungan pendanaan berupa dana talangan untuk modal kerja sebesar Rp 3 triliun. Untuk BUMN yang mendapat dukungan kompensasi, yaitu PLN sebesar Rp38,25 triliun dan Pertamina sebesar Rp37,83 triliun.

Dukungan bagi PLN dan Pertamina sebagai kompensasi lantaran tidak menaikkan tarif atau harga dalam beberapa tahun terakhir. Berikut, adanya kewajiban tidak menaikkan tarif dan harga di tengah pandemi.

Baca juga: Langkah Cepat Kementerian BUMN Atasi Pandemi Covid-19

"Garuda kehilangan penerimaan karena covid-19, Krakatau Steel juga demand-nya langsung merosot karena tidak ada order baru. Nah ini yang nanti harus didukung, agar bisa mendapatkan kelonggaran," jelas Ani.

Selain itu, pemerintah juga mencadangkan anggaran sebesar Rp 26,10 triliun untuk memberikan dukungan bagi BUMN dalam bentuk lain. Di antaranya, optimalisasi Barang Modal Negara (BMN), pelunasan tagihan, loss limit penjaminan, penundaan dividen, penjaminan pemerintah dan juga pembayaran talangan tanah pada Proyek Strategis Negara (PSN).

"Contohnya untuk pelunasan tagihan kepada Kimia Farma sebesar Rp 3 triliun, lalu dana talangan kepada BUMN yang mengerjakan proyek PSN, seperti WIKA, Waskita dan Jasa Marga sebesar Rp 12,2 triliun," urai mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.(OL-11)

 

Baca Juga

Dok. PTPP

PTPP Catatkan Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2019

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:34 WIB
Pembagian dividen tunai (dividend payout ratio) sebesar 22,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setara...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Gubernur BI Bantah Tudingan Dana Haji Dipakai Perkuat Rupiah

👤Antara 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:39 WIB
Perry Warjiyo menampik soal dana haji sebesar 600 juta dolar AS yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) digunakan untuk...
Antara

Fase Kenormalan Baru Bakal Menggerus Tenaga Kerja

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:25 WIB
JELANG memasuki fase new normal atau kenormalan baru korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang di rumahkan resah. Mereka kawatir...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya