Senin 18 Mei 2020, 16:11 WIB

Apkasi Ajak Daerah Bangkit Hadapi The New Normal

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Apkasi Ajak Daerah Bangkit Hadapi The New Normal

MI/Tosiani
Warga putus sekolah di Desa Legoksari, Tlogomulyo, Temanggung, Jateng kembali belajar setelah sempat rehat akibat pandemi korona.

 

PANDEMI virus Korona (Covid-19) telah memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari aspek kesehatan sampai sosial-ekonomi. Meski demikian, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengajak daerah se-Indonesia untuk bersiap menghadapi konsep tatanan kehidupan baru untuk menghindari dampak buruk pandemi Covid-19 secara berkelanjutan atau dikenal dengan istilah new normal.

”Bagaimana pun, daerah-daerah harus bangkit berbenah kembali membangun ekonomi masyarakatnya,” ujar Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas, mengutip siaran resmi Kementerian Dalam Negeri di Jakarta,  Senin (18/5).

Baca juga: Dari Istana, Jokowi Instruksikan Penguatan Puskesmas

Ia mengatakan, prinsip tata kehidupan baru berporos pada tiga hal. Pertama, tetap memprioritaskan penanganan Covid-19 dengan terus memperbaiki berbagai mekanisme, mulai ketersediaan bed isolasi, alat-alat kesehatan, tracing, hingga mendukung langkah pemerintah pusat memperluas pengetesan virus Korona melalui laboratorium.

Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 seperti cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak aman antarorang, dan memakai masker.

"Hal ini bisa kita tindak lanjuti di daerah, misalnya, dengan peraturan semua pengunjung pasar tradisional dan modern harus memakai masker, yang tak pakai masker dilarang masuk,” ujarnya.

Ketiga, meskipun masih dalam masa pandemi tapi pemerintah daerah secara bertahap kembali meningkatkan produktivitas ekonomi lokal.

Ia menyampaikan berdasarkan asumsi para ahli, pandemi akan benar-benar berakhir ketika vaksin ditemukan. Adapun prediksi vaksin siap digunakan secara luas paling cepat pertengahan 2021.

"Secara bertahap kita harus gerakkan lagi ekonomi lokal dengan prinsip produktif dan aman dari Covid-19 sesuai arahan Presiden Jokowi dan Mendagri,” ujar Anas.

Dengan tiga poros tersebut, ia optimistis, kehidupan masyarakat berangsur membaik. Anas juga mengingatkan bahwa tatanan masyarakat baru yang produktif dan aman dari Covid-10 sebaiknya dijalankan secara bertahap. Pasalnya, kajian epidemiologi tetap perlu menjadi rujukan agar tidak menimbulkan gelombang kedua wabah yang lebih mengkhawatirkan.

Baca juga: 1.352 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Wisma Atlet

”Tentu semuanya harus bertahap. Misalnya yang daerah wisata, sekarang mulai disiapkan konsep cleanliness, health, and safety yang kemarin dipaparkan Kementerian Pariwisata. Yang daerah jasa dan perdagangan, mempersiapkan dengan misalnya mulai mengaktifkan setengah dari kapasitas bisnisnya, dan seterusnya dengan pertimbangan-pertimbangan di tingkat lokal,” papar Anas.

Dengan demikian, lanjut Anas, aspek kesehatan tetap diperhatikan dan sekaligus produktivitas ekonomi bisa perlahan ditingkatkan. (OL-6)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

KPK Jangan Berhenti pada Kasus Nurhadi

👤Putra Ananda 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:34 WIB
KPK menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang telah membantu, melindungi, dan memfasilitasi persembunyian Nurhadi selaku DPO...
 ANTARA FOTO/Siswowidodo

Pelibatan TNI Dilakukan Selektif

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:30 WIB
PENGERAHAN militer dalam menangani terorisme tak boleh...
MI/RAMDANI

5 Tersangka Kasus Jiwasraya Diadili

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:30 WIB
Mereka dinilai bertanggung jawab atas kerugian negara sebesar Rp16,81 triliun dalam kasus korupsi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya