Senin 18 Mei 2020, 15:23 WIB

Lockdown Dikendurkan, Tapi Masih Khawatir Ancaman Covid-19

Deri Dahuri | Internasional
Lockdown Dikendurkan, Tapi Masih Khawatir Ancaman Covid-19

AFP /Luis ROBAYO
Coid-19 telah menginfeksi lebih dari 4,6 juta orang. Covid19 telah merenggut lebih dari 314 ribu di seluruh dunia.

 

PADA akhir pekan lalu, masyarakat di Amerika Serikat (AS) dan Eropa mulai beraktivitas lagi setelah otoritas memutuskan pelonggaran lockdown untuk memutus rantai penularan virus korona atau Covid-19.

Bersamaan pelonggaran lockdown, para pejabat di AS dan Eropa tetap merasa khawatir aktivitas masyarakat akan kembali memicu membangkitkan pandemi Covid-19. Apalagi vaksin anti-Covid-19 masih belum menunjukkan kepastian dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Namun dalam menghadapi persoalan tersebut, dua pemimpin Eropa mengatakan kepada masyarakat mereka bahwa saat dunia perlu beradaptasi untuk hidup dengan virus korona. Terlebih lagi vaksin penangkal Covid-19 belum bisa dipakai dalam waktu dekat.        

"Kami menghadapi risiko ini, dan kami harus menerimanya. Jika tidak, kami tidak akan pernah bisa bangkit lagi," kata Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte.

Conte juga baru saja menyetujui desakan dari para pemimpin regional untuk mengizinkan restoran, bar dan fasilitas pantai dibuka Senin (18/5). Pelonggaran lockdown tersebut lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Pemikiran serupa disampaikan PM Inggris Boris Johnson yang mulai berencana melonggarkan lockdown. Pasalnya perekonomian Inggris sebagaimana juga Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya limbung diterpa pandemi Covid-19.

Johnson yang sembuh dari Covid-19 dan sempat dirawat di rumah sakit bulan lalu, memberi pernyataan pesismistis soal vaksin anti-Covid-19. Ia mengatakan bahwa vaksin mungkin tidak dikembangkan sama sekali kendati ada upaya global yang besar untuk menghasilkan vaksin tesrebut.

"Saya katakan kami akan membuang segala yang kami bisa untuk menemukan vaksin," kata  Johnson kepada Dailymail, Minggu (17/5). “Masih ada jalan yang sangat panjang, dan saya harus jujur ​​bahwa vaksin mungkin tidak membuahkan hasil,” ujarnya.

Sejak pekan terakhir, di ‘Negeri Paman Sam’, bar-bar, pantai, dan trotoar jalan mulain dipadati warga. Bahkan bebearapa kerumunan mulai mengabaikan social dan physical distancing. Kondisi tersebut telah membuat kekhawatiran AS yang menghadapi kembali peningkatan kasus Covid-19.  

Kini AS menjadi dengan kondisi terburuk di dunia dalam mengatasi pandemi Covid-19 dengan laporan 1.486.423 kasus dengan jumlah korban meninggal 89.550 orang.

Di sisi lain, negara adidaya itu menghadapi jutaan pengangguran baru dan kemerosotan  perekonomi akibat pandemi Covid-19. Tak mengherankan,Trump yang kembali bertarung dalam pemilihan presiden AS pada November 2020, tak sabar untuk membangkitkan perekonomian yang terpuruk.

Trump berharap pusat-pusat bisnis bisa kembali bergerak untuk kembali membangkitkan perekonomian. Setelah gagal mengatasi pandemi Covid-19, ia berambisi dapat mengatasi keterpurukan ekonomi. Jika keduanya gagal, calon presiden petahana dari Partai Republik memiliki peluang yang tipis untuk kembali menjabat presiden periode kedua.

Lebih dari 314 ribu orang meninggal

Virus korona yang muncul bertama di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok,  telah menginfeksi lebih dari 4,6 juta orang. Covid19 telah merenggut lebih dari 314 ribu di seluruh dunia. Bahkan Universitas Johns Hopkins meyakini jumlah total kasus dan korban yang tewas akibat Covid-19 sebenarnya lebih besar.

Tiongkok bisa dikatakan cukup sukses mengendalikan wabah virus korona yang muncul pada akhir tahun 2029. Penasihat kesehatan pemerintah Tiongkok memperingatkan bahwa gelombang kedua pandemi Covid-19 terjadi lebih pada lemahnya kekebalan tubuh.

 “Kami menghadapi tantangan besar tetsebut dan itu (Tiongkok) juga tidak lebih baik dari negara lain, saya pikir begitu saat ini, "kata Zhong Nanshan kepada CNN.

WHO gelar pertemuan internasional

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai menggelar pertemuan virtual pertamanya pada hari ini atau  Senin (18/5). Pada pertemuan yang berlangsung dua hari tersebut, WHO akan memfokuskan pada persoalan krisis Covid-19.

Sejumlah kepala negara, kepala pemerintahan, menteri kesehatan, dan pejabat lainnya diperkirakan akan menghadiri pertemuan itu. Pertemuan yang dijadwalkan akan dimulai sekitar tengah hari pada Senin 18/5) atau malam ini waktu Indonesia.

Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pertemuan ini diharapkan menjadi acara penting dari Majelis Kesehatan Dunia (WHA) yang dibentuk pada tahun 1948.

Tetapi peluang untuk mencapai kesepakatan tentang langkah-langkah global untuk mengatasi krisis Covid-19 akan menghadapi kendala terkait memburuknya hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia yaitu AS dan Tiongkok.

Apalagi pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutuskan hubungan dengan Tiongkok yang menjadi asal muasal virus korona baru pada  akhir tahun lalu. Trump berulang kali Tiongkok harus bertanggung jawab dan berperan terjadinya penyebaran Covid-19.

Puncaknya Trump tak mau lagi mengucurkan dana bantuan kepada WHO yang dinilai gagal mengatasi Covid-19 dan lebih berpihak pada Tiongkok.    

Meskipun ada hubungan memanas AS-Tiongkok, negara-negara anggota WHO berharap untuk mencapai  konsensus resolusi dalam respons bersama mengatasi pandemi Covid-19.

Tiongkok melaporkan tujuh infeksi baru

Tiongkok melaporkan tujuh kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi untuk 17 Mei 2029. Sebelumnya tercatat  lima kasus baru. Hal tersebut disampaikan  otoritas kesehatan Tiongkok pada Senin (18/5).

Kasus Covid-19 ditemukan di Provinsi Jilin, Tiongkok, yang berbatasan dengan wilayah Korea Utara dan Rusia yang kini sedang diberlakukan lockdown karena terjadi penambahan kasus baru virus korona. (AFP/SouhChinaMorningPost/OL-09)

Baca Juga

MI/ZUBAEDAH HANUM i

Mumbai Sepi, Warga Berlindung Sebelum Badai

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 23:49 WIB
Kota Mumbai akan menghadapi badai topan dan otoritas setempat pada Selasa malam bekerja sampai larut mengevakuasi ribuan orang dari area...
AFP PHOTO / ABBAS MOMANI

Jalur Gaza Gembira Masjid dan PAUD Kembali Dibuka

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 23:39 WIB
MASJID-masjid kembali dibuka bagi para jamaah dan anak-anak kembali ke bangku pendidikan anak usia dini (PAUD)  pada Rabu (3/6)...
AFP/MARTY MELVILLE

Lawan Kemiskinan Selandia Baru Sediakan Pembalut Gratis

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 23:31 WIB
Kebijakan terkini untuk melawan kemiskinan terkait menstruasi yang dikenal dengan istilah period poverty itu akan dimulai Juli mendatang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya