Senin 18 Mei 2020, 14:45 WIB

Pekerja Migran Mulai Berdatangan di Bandara A Yani Semarang

Akhmad Safuan | Nusantara
Pekerja Migran Mulai Berdatangan di Bandara A Yani Semarang

MI/Ramdani
Ilustrasi -- Pekerja migran Indonesia tiba dari Taiwan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng

 

RATUSAN pekerja migran mulai berdatangan di Bandara Internasional A Yani Semarang. Mereka akan dikarantina selama 14 hari sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

Pekerja migran tersebut kembali dari beberapa negara seperti Taiwan, Hongkong, Korea, Jepang dan lainnya. Mereka menggunakan pesawat komersil yang jadwal kedatangannya akan dimulai pada hari ini, Senin (18/5) hingga Sabtu (23/5). Kepulangan mereka dikarenakan beberapa sebab seperti kontrak kerja selesai atau diputus karena pandemi covid-19.

Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I (Persero) Dendi T Danianto mengaku menghindari penumpukan dan antrean. Karena itu akan diberlakukan pembagian wilayah dalam tiga zona dengan tempat duduk yang berjarak (physical distancing).

Setiap calon penumpang, lanjut Dendi, selain diperiksa oleh maskapai, dokumen kesehatan dan pemeriksaan fisik juga dilakukan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di konter yang telah disiapkan.

"Ini berlaku tidak hanya calon penumpang yang akan berangkat tetapi juga penumpang yang datang," imbuhnya.

"Kita sudah persiapkan langkah untuk pekerja migran yang baru datang, karena jika tidak dikelola secara baik dapat berakibat fatal yakni penularan covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo.

Baca juga: 1.553 Pekerja Migran Indonesia Dirawat di Wisma Atlet

Berdasarkan data yang masuk, ungkap Yulianto Prabowo, jumlah pekerja migran yang pulang kampung melalui Bandara Internasional A Yani Semarang hingga akhir pekan mendatang mencapai 746 orang berasal dari berbagai negara.

Setelah turun dari pesawat, lanjut Yulianto Prabowo, pekerja migran akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes laboratorium di bandara. Setelah itu, mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di tingkat provinsi yakni di kampus Badan PPSDMD di Srondol, Kota Semarang.

Selesai menjalani karantina, jika dinyatakan sehat dan terbebas dari covid-19, pekerja migran baru dapat pulang ke rumah masing-masing, namun sampai di kampung halaman warga desa juga tetap memantau melalui aplikasi Jogo tonggo.

Program Jogo Tonggo ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian covid-19," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Asa Pedagang Oleh-Oleh Garut Jelang Penerapan Kenormalan Baru

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 08:11 WIB
"Saya berharap pandemi ini segera berakhir dan aktivitas bisa kembali seperti sediakala," kata salah seorang penjual oleh-oleh di...
MI/Pius Erlangga

Sambut New Normal, Kaltim Wajibkan Fasilitas Umum Higienis

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:31 WIB
Dia berharap tempat-tempat kerja maupun fasilitas pelayanan publik betul-betul dibersihkan secara berkala dengan menggunakan cairan...
DOK NasDem

Legislator NasDem Dukung New Normal Asal Patuh Protokol Kesehatan

👤Martinus Solo 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:14 WIB
Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi NasDem Dapil Papua Barat, Rico Sia menilai kenormalan baru merupakan cara baru menjalani kehidupan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya